KOTA BEKASI,KLIK Inews.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), adalah salah satu penyakit yang patut diwaspadai oleh masyarakat Indonesia. Selain berpotensi menyebabkan kematian dan dapat menyerang semua kalangan, belum ada pengobatan secara khusus terhadap penyakit ini. Cara terbaik mengurangi kejadian DBD selain melakukan program 3M plus yang sudah dianjurkan pemerintah, masyarakat juga dianjurkan melakukan Vaksinasi Dengue, yang sudah bisa diberikan pada usia anak sampai dewasa.
“Pemberian vaksin efektif untuk mencegah kejadian DBD, meringankan gejala bila sakit dan mengurangi komplikasi sakit berat dan kematian!” tutur dr. Reinaldo Alexander, Sp.D., Kamis (10/08/2023) melalui Media Gathering Bersama Pers di Kota Bekasi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya dr.Rinaldo menyampaikan, bahwa di Indonesia sudah ada dua vaksin yang sudah diakui BPOM sebagai salah satu cara mencegah Infeksi Dengue, yaitu menggunakan Vaksin Chimeric Yellow Fever Tetravalent Dengue jenis CYR-TDV dan Vaksin jenis TAK 003.
Vaksin CYR-TDV bisa diberikan untuk anak-anak mulai usia 9 – 16 tahun yang sudah terbukti pernah mengalami DBD sebelumnya yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium.” Sementara vaksin jenis TAK 003, dapat diberikan pada populasi usia 6-45 tahun baik yang sudah pernah maupun belum pernah menderita DBD perlu melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum vaksin,”ujarnya.
Pada kesempatan Media Gathering Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya Bersama Pers di Kota Bekasi, Dokter Spesialis Anak , dr. Carla Pusparani, Sp.A., mengingatkan akan pentingnya pemberian vaksin Dengue di kalangan anak usia 0 – 18 tahun secara berkala. Menurut dr. Carla hal tersebut mengacu pada masih tingginya angka kematian yang disebabkan oleh DBD.
Berdasarkan data statistik kasus DBD di indonesia tahun 2022, terdapat 131.265 kasus dbd dengan 50% kasus tersebut terjadi pada usia anak 0-14 tahun. Terdapat 1.183 kematian di tahun 2022 akibat DBD di Indonesia, dengan 73% diantaranya terjadi pada anak usia 0-14 tahun .” Baik kasus dbd dan kematian akibat dbd paling banyak terjadi di Jawa Barat. Bekasi termasuk wilayah Jawa Barat oleh karena itu kasus DBD masih dominan di Bekasi,”jelasnya.
Saat ini sudah tersedia 2 jenis vaksin dengue di Indonesia yaitu Chimeric Yellow Fever Tetravalent Dengue Vaccine (CYD-TDV) dan TAK-003. CYD-TDV dapat diberikan pada anak usia 9-16 tahun, sebanyak 3 dosis dengan interval 6 bulan. Sedangkan TAK-003 dapat diberikan pada anak mulai dari usia 6 tahun sebanyak 2 dosis dengan interval 3 bulan
“Vaksin Dengue kini dianggap sebagai terobosan mutakhir di dunia kesehatan, karena dapat menyelamatkan nyawa manusia. Dan secara kontinyu, vaksin mencegah gejala sakit dengue berat, mengurangi angka rawat inap akibat DBD, mengurangi beban pelayanan tenaga medis termasuk mengurangi beban ekonomi pada keluarga,”tuturnya (red/sam).