KOTA BEKASI, KLIK Inews.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudsetdikti) Nadiem Makarim,membuat kebijakan soal penghapusan skripsi dinilai hal yang positif. Karena rencana tersebut mampu mendekatkan para mahasiswa dengan dunia kerja sekaligus mahasiswa bisa memilih namun tetap melaksanakan tugas akhir khususnya mahasiswa S1.
Hal tersebut mendapat tanggapan yang positif dari Dikatakan Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Bekasi, Jawa Barat, Irjen pol (purn) DR.Drs. Bambang Karsono, kebijakan menteri tersebut sebenarnya bukan sepenuhnya ditiadakan soal skripsi.
“Namun mahasiswa boleh memilih bahkan yang dulu terkadang sulit dalam memperoleh pekerjaan. Dengan kebijakan ini bisa makin mendekatkan mahasiswa dengan dunia pekerjaan, sehingga bukan hanya sekedar teoritis saja,” kata Bambang Karsono saat di wawancara media klikinews.com, usai pembukaan PKKBM, Senin (04/9/2023).
Oleh karena itu,kata Bambang, tidak adanya Skripsi di S1, tidak musti mutlak namun mahasiswa juga bisa memilih seperti penelitian berkaitan dengan pengabdian di masyarakat.
“Intinya yang dapat bermanfaat di masyarakat. Sehingga Ubhara saat ini telah berproses mempersiapkan segala sesuatunya bagi mahasiswa dengan adanya pilihan tersebut.
“Jika tidak skripsi,mahasiwa bisa memilih hal penelitian lain yang nantinya disesuaikan atau dikonversikan dengan Satuan Kredit Semester (SKS).” kata Bambang lagi,” tutur Bambang (red/sam).