KOTA BEKASI,KlikInews.com – Rencana penggusuran tampar latihan beladiri Camp Dragon oleh pemerintah Kota Bekasi menuai polemik. Selama ini, atlit-atlit beladiri yang bernaung di Camp Dragon banyak menorehkan berbagai prestasi baik lokal maupun nasional.
Hal ini tentu menimbulkan rasa prihatin dari berbagai pihak, salah satunya para pengurus Camp Dragon. Wacana penggusuran tempat latihan beladiri itu sebagai bentuk kebiri prestasi khususnya beladiri.
“Camp Dragon punya prestasi, menggusur camp dragon berarti menggusur prestasi,” ujar Ketua Umum Wushu Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi kepada media pada Jumat (01/09/23)
Ada 3 cabang olahraga beladiri yang bernaung di Camp Dragon diantaranya Wushu, Sambo dan Muaythai yang diketahui juga banyak mencetak atlit berprestasi.
Ucu kembali menambahkan bahwa tindakan Pemkot Bekasi dengan menggusur Camp Dragon yang merupakan tempat latihan 3 cabor beladiri merupakan tindakan yang keliru hanya demi satu cabor.
Di lokasi yang sama, Ketua Muaythai Kota Bekasi Aryanto menyampaikan sangat prihatin kalau sampai gedung ini digusur. Selama ini ia bersama pengurus Camp Dragon berupaya untuk memfasilitasi para atlit sampai membangun Mess tempat tinggal untuk mereka secara swadaya.
“Saya sebagai Ketua Muaythai dan harus diketahui Muaythai sudah sangat banyak kontribusi prestasinya untuk Kota Bekasi, hari ini kami baru balik dari Surabaya dalam Rangka Pra PON Aceh Sumut kami masih memberikan prestasi terbaik.
Sekedar diketahui bahwa para atlit Muaythai Kota Bekasi kembali menorehkan prestasi dengan perolehan 1 Emas 2 perak dari 3 atlet yang berangkat dan kalau tidak ada kecurangan 3 atlet Kota Bekasi tersebut membawa 3 Emas.
Dengan banyaknya prestasi diharapkan menjadi pertimbangan tersendiri agar para atlit ini tetap mempunyai tempat yang layak untuk berlatih, mengasah kemampuan mereka yang tentunya untuk mengharumkan nama Kota Bekasi (red/mam).