Tingkatkan Konektivitas Digital Di Seluruh Tanah Air,Pemerintah Pusat Percepat Rampungkan Infrastruktur Dan Perluas Ratusan BTS Jaringan Internet Desa

KLIKINEWS.COM,JAKARTA – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)terus mempercepat transformasi digital di Indonesia. pihaknya menggulirkan Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) agar bisa menjangkau 12,5 juta orang Di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan  menargetkan GNLD bisa menjangkau 200 ribu orang agar melek literasi digital.

Di samping itu, Kementerian Kominfo juga  membangun 421 unit Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di 421 wilayah bumi Flobamora Flores, Sumba, Timor (Flobamora).Pembangunan jaringan telekomunikasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas digital di seluruh penjuru tanah air, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Proyek menara telekomunikasi seluler ini di NTT

Gerakan Nasional Literasi Digital yang digelar secara besar-besaran, serta akselerasi pembangunan infrastruktur digital dengan membangun ratusan BTS,jaringan internet desa, serta jaringan backbone Palapa Ring merupakan program kerja prioritas dua dari empat fokus utama dari Roadmap Jalan Indonesia Digital 2021-2024.

Kominfo sendiri telah merampungkan Roadmap Indonesia Digital 2021-2024 atau Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 . Peta jalan itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat transformasi digital dengan empat fokus utama dalam meningkatkan koniktivitas internet untuk dinikmati Masyarakat diseluruh tanah air.

“Peta Jalan Indonesia digital yang pertama adalah percepatan infrastruktur untuk memperluas akses masyarakat terhadap internet. Kedua, mendorong adopsi teknologi. Ketiga, peningkatan talenta digital dan terakhir menyelesaikan regulasi pendukung yang bertujuan untuk menyiapkan masyarakat digital,” ucap Presiden Jokowi Dodo saat melakukan kunjungan ke NTT

Presiden Jokowi Dodo mengatakan, percepatan infrastruktur digital menjadi fondasi utama untuk menghadirkan layanan digital dan mendukung transformasi digital sesuai program yang dicanangkan pemerintah pusat. Oleh karena itu,untuk memastikan pembangunan infrastruktur secara merata di semua level,

“pemerintah telah membuat proyek besar pembangunan infrastruktur internet di 12.548 desa yang belum terjangkau akses internet. Proyek ini ditunjang dengan pembangunan kabel serat optik (fiber optic) di darat dan di laut yang massif dilakukan,” jelasnya.

Senada dengan misi pemerinta pusat,Mentri Komukikasi Dan Informasi , Budi Arie Setiadi menyampaikan, yakni membangun dari pinggiran, pemenuhan infrastruktur digital diprioritaskan ke di wilayah 3T, akses internet sedang digarap di 9.113 desa dan kelurahan. Sedangkan di wilayah komersial atau non-3T, menjadi komitmen operator seluler untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara simultan di 3.435 desa dan kelurahan.

Mentri Komukikasi Dan Informasi , Budi Arie Setiadi (poto dok. Kemenkominfo).

“Di tahun 2022, seluruh desa dan kelurahan di Indonesia sudah di-cover oleh BTS. Selain itu, pemerintah juga membangun layanan internet 5G untuk publik dan komersial. Pemerintah Indonesia menggunakan serat optik untuk meningkatkan konektivitas digital hingga kebijakan meluncurkan High-Throughput Satellite SATRIA-1. Satelit multifungsi itu digunakan untuk melengkapi jaringan kabel serat optik yang sudah terbangun,” ujar Budi Arie Setiadi kepada media,Rabu (18/10/23) Di Jakarta.

Hal tersebut dibuktikan oleh Pemerintah pusat melalui Kemenkomimfo yang telah meluncurkan Satelit  di Amerika Serikat  pada tahun  2023 ini, digunakan untuk penyediaan akses internet di 150.000 titik layanan publik dari total 501.112 titik layanan publik di Indonesia yang belum tersedia akses internet.

Tidak hanya itu. Untuk mewujudkan pemerintahan digital atau e-government, Kominfo telah menyiapkan pembangunan pusat-pusat data yang akan ditempatkan di empat lokasi berbeda. Tujuannya adalah mewujudkan Satu Data Indonesia. “Dengan pembangunan infrastruktur digital yang massif dan penyediaan pusat data pemerintah untuk layanan pemerintahan digital ini, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi digital Indonesia,” ujarnya

Dalam pengembangan ekonomi digital tersebu,  tentunya juga didukung oleh manajemen talenta digital yang lebih luas dan massal lagi. Peta Jalan ini mendorong adanya ekosistem pemanfaatan TIK digital agar Indonesia mampu bersaing di kancah global.

“Intinya, Infrastruktur TIK yaitu, ekonomi digital itu sendiri. Makanya, kita harus memanfaatkan infrastruktur kita untuk memanfaatkan ekonomi digital. Di Indonesia saat ini tulang punggung perekonomian kita adalah UMKM dan Ultra Mikro yang menjadi penyumbang 61,07% dari GDP nasional,” jelasnya.

Pemerintah memberi perhatian serius kepada 64.2 juta UMKM Indonesia untuk bisa onboard go digital, karena potensi ekonomi digital Indonesia yang besar. Bahkan, Pemerintah telah menargetkan agar pada 2024, jumlah pelaku UMKM yang tergabung ke dalam ekosistem digital dapat meningkat pesat hingga 30 juta pelaku melalui Program Nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

Melalui peta jalan itu, diharapkan dapat menghasilkan unicorn dan startup digital baru di sektor jasa keuangan digital, digitalisasi perindustrian, media hiburan (digital broadcasting), pertanian dan perikanan digital, pendidikan digital, kesehatan digital, serta real-estate atau perkotaan digital. “Peluang yang amat besar mengingat ekonomi digital Indonesia pada 2025 diproyeksikan berkembang dari USD44 miliar menjadi USD124 miliar atau setara dengan 40% dari nilai ekonomi digital ASEAN,” tuturnya (red/sam).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *