Dukung Transisi Energi, 3 Instruktur BPVP Sorong Ciptakan Inovasi Mesin ES Batu Ekspres Hemat Listrik Berbasis PLTS On Grid

JAKARTA (Klikinews.com) – Tiga Instruktur Ahli Pratama kejuruan Teknik Listrik, Teknik Referigasi (Pendingin) dan Teknik LAS di Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BPVP) Sorong telah berhasil menciptakan sebuah inovasi  mesin es batu dengan menggunakan mesin es batu ekspres hemat listrik berbasis PLTS On Grid.  Alat itu kemudian  diperkenalkan kepada para nelayan disekitar Kota Sorong, Papua Barat.

Instruktur Ahli Pertama Kejuruan Teknik Listrik BPVP Sorong, Melania Yosefina  Making menjelaskan, mesin es mini ini terdiri dari beberapa bagian utama, meliputi coolbox (kotak es) 250 liter, 1 unit AC 1 PK, tersebut dikatakannya bisa menampung 250 KG es dengan kecepatan beku sekitar 4-5 jam. bahwa AC juga bisa digunakan untuk membuat es batu, yang bahkan jauh lebih efesien dan ekonomis ketimbang menggunakan kulkas atau freezer.

“Kebutuhan es untuk pengawet ikan sebelum di pasarkan yang sangat besar di BPVP Sorong Papua Barat. Untuk membuat hasil tangkapan ikan agar tetap segar dan bertahan lama, para nelayan membutuhkan es batu dalam jumlah besar,

“Maka dari itu, kami belah berhasil membuat mesisn es batu dengan hemat Listrik dan ramah lingkungan bisa membuat para nelayan lebih banyak produktivitas menangkap ikan di laut, karena sudah memiliki mesin es batu mini,” kata Instruktur Ahli Pratama Kejuruan Teknik Listrik BPVP Sorong, Melania Yosefina  Making, saat di konfirmasi klik inews  melalui Direktorat Intstruktut Tenaga Pelatihan (Intala) Kementrian ketenagakerjaan RI di Jakarta, Rabu (12/12/23).

Lebih lanjut kata Melania, dalam mendukung transisi energi global, peran Instruktur kejuruan  Listrik di BPVP Sorong terus mendukung program kerja  Kementrian Ketenagakerjaan dalam sembilana lompatan besar untuk terus berinovasi dalam mendukung masyarakat, khususnya para nelayan di Kota Sorong, Papua Barat agar tetap bisa produktivitas dan sukses memajukan usaha perikannya dalam meningkatkan perekonomiannya.

“Inovasi ini kami buat guna membantu nelayan kecil dan pesisir, sebab ini sangat mudah untuk digunakan dimana saja yang terpenting ada arus listrik.  Coolbox tersebut sangat efisien karena bisa digunakan saat melaut, atau ditempatkan di pulau-pulau, asalkan mendapat aliran listril baik dari mesin genset maupun PLN,” jelasnya.

Kota Sorong, Papua Barat adalah daerah yang dekat dengan pantai & dekat dengan pulau-pulau kecil disekitarnya. Masyarakatnya memiliki usaha sebagai mata pencahariannya sebagai penjual ikan hasil tangkapan laut lainnya memerlukan sarana alat untuk pendingin yang harga ekonomis (poto / dok. Intala Kemnaker RI )

Ide ini muncul di masa pandemi Covid-19, melihat inovasi ini sudah ada di daerah Jawa dan ingin mencobanya di wilayah Papua atau membantu nelayan itu sendiri. Jadi kolaborasi bersama dua rekanan Instruktur Teknik Referigrasi dan Teknik LAS buatkan mesin es batu skala rumahan yang bisa memproduksi es batu dengan jumlahnya banyak, dengan waktu yang singkat serta hemat energi  dengan menggunakan PLTS sebagai sumber energi listriknya yang ramah lingkungan.

“Kota Sorong adalah daerah yang dekat dekat dengan antai dan dekat dengan pulau-pulau kecil disekitarnya. Masyarakatnya yang memiliki usaha sebagai mata pencahariannya sebagai penjual ikan hasil tangkapan laut lainnya memerlukan sarana alat untuk pendingin yang harga ekonomis dan mudah digunakan,

“Mesin yang dibuat oleh tim Instruktur BPVP Sorong merupakan mesin untuk membuat es batu kemasan yang proses pembuatannya ekspres, hemat Listrik dengan bantuan PLTS on Grid  bisa membuat es batu dalam waktu 2 jam sudah beku. Kami berharap mesin ini bisa bermanfaat untuk membantu usaha para nelayan dengan kekuatan Listrik PLTS yang ramah lingungan bisa di bawa melaut, ” tutur Instuktur Ahli Pertama Kejuruan  Teknik Referigasi BPVP Sorong (red).

 

Editor : Aisyahra  Mulyawati

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *