SUBANG, JABAR (klikinews.com ) – Daerah Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat merupakan sentra budidaya ikan air tawar dikenal oleh masyarakat. Puluhan ton ikan setiap panen dihasilkan setiap tahunnya dari daerah Subang .
Melihat potensi tersebut, sejak tahun 2016 Asri Yani bersama suaminya Yudi Firman, memutar otak untuk membuka usaha membuat produk makanan Abon berbahan dasar dari ikan Nila sehingga memiliki nilai jual tinggi dan nilai tambah dari ikan tersebut lebih berkembang dan menjadikan nilai ekonomi biru terus meningkat.
Abon produksinya tersebut kemudian diberi merk BUAAS, yang merupakan panggillan dirinya sendiri yang akrab disapa Bu Aas. Tak disangka di tahun 2016 usada perdananya , ternyata respon masyarakat cukup bagus.

(poto/dok.dapur Bu AAS Subang )
“Saat itu, kemudian saya terus berupaya meningkatkan kualitas produk dan rasa abon ikan nila demi memuaskan pelanggannya di Subang. Hingga saat ini semakin banyak di kenal hingga daerah lain dan memesan lewat online,” ungkap Owner Dapur BUAAS ,Asri Yani di Subang saat dikonfirmasi klikinews, Sabtu (09/12/23).
Bahkan, Bu Aas tak tinggal diam dan tak segan untuk meminta saran, kritikan dan masukkan dari berbagai pihak mulai dari konsumen, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi dan UKM, dan berbagai dinas terkait agar usaha abon ikan nila bisa terus berkembang dengan kemasan yang modern (kekinian).
Dapur Bu Aas adalah Perusahaan home industri yang bergerak dibidang perikanan seperti ikan Nila, Mas, hingga saat ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi seperti makanan berbahan ikan yang sudah di olah dengan praktis siap saji yaitu: Ikan Nila Frozen,Pepes Ikan Mas Duri Lunak dengan desain dan kemasan Packaging yang modern juga praktis dan banyak varian rasa.

“usaha ini berdiri sejak tahun 2016, Perusahaan kami bergerak di bidang UMKM memanfaatkan kearifan lokal daerah Subang yang terkenal dengan ternak Ikan air tawar yang tidak bau lumpur , atau tanah untuk menjadikan sumber daya pendapatan ekonomi warga sekitar,” jelas Bu Aas
Dari riset yang selama ini dilakukannya bersama Suami terkait masalah Konsumen, yang ingin makanan yang praktis, tahan lama, memiliki nilai gizi dan kemasan lebih praktis hingga bisa siap dikonsumsi lebih simple.
“Ketika kebanyakan orang di wilayah Cijambe banyak memasak ikan dan di jual dalam bentuk pepes, kami saat iitu memiliki ide untuk mencoba sesuatu yang baru yaitu dibuat Abon ikan dengan spesialisasi ikan nila. Dan ternyata responnya dari Masyarakat sangat bagus, hingga saaat ini menjadi pelanggan tetap” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha mulai berjalan dan pelannggan banyak memesan, bahkan melayani pemesanan pelanggan dari luar daerah masih dikerjakan sama suami. Saat ini Dapur BUAAS dibantu beberapa pegawai lepas sekaligus untuk memberdayakan tenaga kerja tetangganya sendiri. “Karena Abon ikan Nila BU ASS ini, alhamdulilah sampai saat ini banyak yang mencari karena harganya standar, mulai Rp 18 ribu – 25 ribu/pouch. Maka dari itu, setiap hari kami slelau produksi abon ikan nila tersebut, karena pasti banyak yang cari,” bebernya.
Bermula dari modal awal sekitar 200 ribu di tahun 2016, kini omzet abon ikan nila produksinya mencapai 5 – 10 juta perbulan, peralatan produksinya pun semakin lengkap. Bahkan pada bulan ramadahan -Idul Fitri 2023 omzetnya hampir mencapai 25 juta.
Kini Abon Ikan Nila BUAAS produksi Dapoer Bu Aas sudah semakin dikenal diberbagai . Pemasarannya sudah mencapai Bandung, Tangerang, Bogor, Jakarta bahkan sudah dibawa menjadi oleh-oleh hingga ke Sudan, Amerika dan Hongkong. Bahkan, pada saat di musim haji bulan lalu, banyak yang membawa abon BUAAS sebagai bekal menunaikan ibadah haji karena kemasannya yang simple dan modern mudah dibawa kemana-mana. Tak heran banyak Riselers yang datang untuk membantu memasarkan dan menjualnya melalui Online,

“Alhamdulilahm abon ikan nila bu aas , banyak dibantu rekan-rekan riselers, dan saat ini sudah bisa dipesan di Marketpluse seperti : Shopee Online, Tokopedia, BliBli.com, bukalapak, Instragram dan Facebook,” jelasnya.
Adapun proses pembuatan abon tersebut kata Bu Aas berbagi resep dasar, terbuat dari ikan nila segar, lalu ikannya di kukus, lanjut di proses membuat abon , dan proses pemisahan daging sm durinya cukup memakan waktu lama. Dan menariknya, abon ikan nila BUASS menjadi pusat studi banyak kunjungan para mahasiswa/mahasiswi dari IPB, Kampus -kampus yang punya jurusan ahli gizi banyak mendapatkan ilmu dalam pengolahan ikan tawar nila tersebut.
“terkait ikannya,kami memiliki suplier melibatkan petani khusus ikan nila dan ikan mas, tambak ikannya tidak jauh dari rumah. Sehingga abon ikan nila ini mengandung protein tinggi, tidak bau amis, tahan 6 bulan, bergizi. Itu karena terbuat dari 100% ikan nila segar dan bumbu racikan asli. Dan yang terpenting dibuat dengan resep khusus oleh chef handal yang tak lain adalah suami saya,” ujar Bu Aas sambil tersenyum.
Dapur BU AAS Menjadi Solusi Makanan Siap Saji Yang Enak Dan Simpel : ![]()
Diera digital saat ini, Dapur Bu Aas menjadi Solusi para ibu-ibu yang super sibuk bekerja, karena kemasan abonya simple dan Praktis , makanan tahan lama dan abon ikan tanpa pengawet. Maka dari itu banyak pelanggannya yang memesan melalui online untuk bisa dinikmatinya meskipun jauh. Berbicara tentang olahan ikan, dapur bua as dapat menyajikan makanan olahan ikan tawar khas Subang yang tanpa pengawet,dan tahan lama untuk dikirim keluar daerah pun aman. Dan Sistem TakeAway Food bisa menjadi solusi untuk kebutuhan tersebut .
“Kami dari Dapur bua as adalah solusi bagi Masyarakat, khususnya yang sibuk tidak sempat memasak untuk menyantap makanan ikan yang enak dan praktis, dengan mengubah gaya hidup mereka ke gaya hidup normal yang baru. Kami optimis, bisnis olahan Ikan kami kedepannya akan terus berkembang lebih cepat melalui investasi anda hari ini,” tutur Bu Aas (red).
Penulis Oleh : Aisyahra Mulyawati