KOTA BEKASI,JABAR (klikinews.com) – Untuk mempermudah pasien konsultasi dan berobat, Primaya Hospital Bekasi Barat kembali melakukan launching layanan Join & Spine Center di Auditorium Lt.7 Primaya Hospital Bekasi Barat, Jl.KH.Nour Ali Kalimalang,Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (31/01/24).
Dalam launching Join & Spine Center, hadir dua narasumber dr.M.Taufiq,Sp.OT(K), Spesialis Ortopedi Dan Traumalogi Konsultan Hip And Knes,dan dr. Andino Zavtra,Sp.Ot (K), Spesialis Ortopedi Dan Traumalogi Dan Konsultan Spine, yang berpraktek di Primaya Hospital Bekasi Barat. Serta dihadiri ratusan undangan dari perwakilan perusahaan swasta dan perusahaan bidang Kesehatan, dan Media.
Dalam pemaparannya diacara Launching Join & Spine Center, Spesialis Ortopedi Dan Traumalogi Konsultan Hip And Knes dr.M.Taufiq,Sp.OT(K) menjelaskan kepada para tamu undangan, terkait pasien pengapuran sendi itu paling banyak bentuk lutunya ‘O’,

(poto /klikinews.com)
“kalau kita bisa merubah bentuknya normalnya akan menjadi X. maka dari itu, pasien- pasien saya dengan kasus pengapuran sendi dengan bentuk O itu bisa kita bentuk . tapi pada pasien yang sudah berusia 60 tahun , kemudian pengapurannya sudah berat, itu terpaksa kita lakukan tindakan operasi, dengan seperti itu, pasien bisa melakukan kembali aktifitasnya seperti biasa,” kata dr. M, Traufiq, Sp. OT saat diwawancarai klikinews.com di lokasi acara,
Menurut dr.M. Taufiq, kasus serupa bisa terjadi juga pada usia muda yang masih produktif bekerja. Pasien-pasien yang pernah mengalami kerusakan sendi, bisa juga dengan cendera, bisa juga kerusakan atau kematian Bonggol diusia muda tentu ada sebabnya. Terkadang tim dokter melakukan tindakan operasi ganti panggul pad a pasien muda ,
“Tentunya hal ini, seharusnya bisa dilakukan untuk pasien yang sudah tua sekitar usia 60 tahun ke atas itu ideal untuk kita lakukan operasi. Termasuk juga pada sendi bahu , cendera sendi bahu dan otot yang mengalami sobekan yang disebabkan oleh faktor usia, atau faktor trauma.

“kami di Primaya Hospital Bekasi Barat sudah biasa melakukan edroscopy , teknik operasi menggunakan minimal inpansif luka operasi 1cm, bisa mengatasi masalah yang ada disendi, lutut juga bisa. Dan pemulihan dari operasi lebih cepat, pendarahan lebih minimal, kemudian pasien juga akan cepat melakukan aktifitas .
“Pada kasus ini, banyak terjadi pada pasien-pasien yang masih produktif. Memang pada pengapuran sendi kebanyakan terjadi pada wanita, kalau dibandingkan 3 banding dengan pasien laki-laki . Wanita sering mengalami pengapuran sendi,yang kemungkinan disebabkan karena hormonal, dan itu memang sangat berpengaruh,ditambah lagi dengan berat badan berpengaruh, apalagi lutut itu adalah tumpuan ,” jelasnya.
Disesi penutup,dr.M.Taufiq memberikan tips Kesehatan untuk sendi, bagaimana masyarakat bisa menurunkan berat badan , kemudian dapat mengurangi pengguanaan alat bantu, seperti memakai sepatu hills tinggi jika bekerja , itu sangat berpengaruh untuk pengapuran pada lutut maupun dijempol kaki, dan sampai urat lainnya bisa menonjol dan tidak terlalu menonjol.
“Sejak kita buka praktek tersebut, sudah banyak kasus pasien yang saya tangani,kurang lebih sudah 300 pasien . rata-rata faktor usia dan faktor trauma karena osteopororis yang terjadi pada orangtua,” tuturnya (red).
Editor : Aisyahra Mulyawati