KOTA BANDUNG, JABAR (klikinews.com) – Mentri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah mengukuhkan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat periode tahun 2024 – 2027 Dan pengukuhan Alumni Pelatihan BBPVP Bandung. Pengurus inti yang dilantik berjumlah 70 Human Resource Development (HRD), dengan Anggota lebih dari 300 HRD Perusahaan di wilayah Provinsi Jawa Barat, bertempat di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jl.Gatot Subroto No.170, Kota Bandung,Selasa (05/04/24).
Bersamaan pengukuhan tersebut, Menaker Inda Fauziyah didampingi Sekjen Kemnaker sekaligus Plt.Dirjen Binalavotas Anwar Sanusi, serta Kepala Disnakertrans Provinsi Jabar, Teppy Wawan Dharmawan, dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Kepala BBPVP bandung, Sholahudin. Secara simbolis meresmikan tiga gedung sekaligus yang berada di area BBPVP Bandung, Jawa Barat, Ketiga gedung tersebut adalah Workshop Digital Creative (WDC), Taman Social Living dan gedung Lembaga Sertifikasi P2 BBPVP Bandung,
“Dengan adanya fasilitas Workshop Digital Kreatif, ini saya harapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor kreatif dan teknologi di Kota Bandung khususnya, untuk masyarakat Indonesia pada umumnya,” ungkap Ida Fauziyah saat dikonfirmasi media klikinews.com
Setelah pengukuhan tersebut, Menaker Ida Fauziyah berharap tim FKLPID akan dapat juga mengawal percepatan pembentukan Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKDV),khususnya di wilayah binaan BBPVP Bandung sebagai implementasi Prepres 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

(poto / klikinews.com).
“Penyelarasan kebijakan desain program pelatihan akan meningkatkan tingkat kebekerjaan lulusan pelatihan di DUDI. Kami dari Kemnaker sendiri ingin Balai-balai pelatihan yang ada yang dikelola pemerintah daerah mampu melaksanakan fungsi link and match dan mampu memenuhi industry,” harap Ida Fauziyah.
Menaker Ida mengapresiasi pengukuhan Forum tersebut, yang merupakan bentuk sinergitas antara dunia industri dengan lembaga pelatihan seperti BBPVP Bandung. Menurutnya, ini adalah forum yang mempertemukan antara lembaga pelatihan dan industri. “Kemajuan industri harus direspon oleh lembaga pelatihan, jadinya maju bersama. Saya tidak ingin, ketika industri mengalami kemajuan, sedangkan lembaga pelatihan tertinggal dibelakangnya,” ujarnya.
Bahkan, lebih dari itu kata jauh Ida menyebut, pihak Kemnaker dan BBPVP bandung harus menyesuaikan dengan kemajuan industri. “Alumni itu ada yang masuk di Industri, sehingga forum alumni bisa memastikan apakah yang sudah dilakukan lembaga pelatihan ini berkesesuaian dengan bidang pekerjaan mereka saat ini,” ucap Ida,

Dengan forum alumni, pihaknya akan mendapatkan informasi mengenai lulusan yang terserap di industri atau yang memilih berwirausaha. “Saya juga memastikan, jika alumni yang berada di industri atau pun yang memilih menjadi wirausaha sama pentingnya. Karena Keberadaan Alumni PBK akan terus kami jaga agar mereka terus bersinergi dengan kami, dengan ini kami jadi tahu bahwa seluruh proses berjalan sesuai kebutuhan pasar kerja dan kebutuhan usaha mereka,”jelasnya.
Diakui Ida, saat ini Kemnaker RI memiliki 21 Balai Pelatihan yang menjadi UPTP pemerintah pusat dan tersebar di seluruh Indonesia. Di luar itu, terdapat juga Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola pemerintah daerah, baik provinsi maupun Kabupaten/Kota.
“Di tahun 2024 ini kami dari kemnaker akan banyak terus meresmikan balai-balai baru, karena kami ingin setiap provinsi ada UPTP, agar Masyarakat luas kedepannya dapat mengakses pelatihan dari Kemnaker,” tutur Ida Fauziyah *** (red).
Editor : Aisyahra Mulyawati
(SW Utama Dewan PERS : 9339)