JAKARTA (klikinews.com) – Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Direktorat Jendral Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Binalavotas) kembali menyelenggarakan Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) IX tahun 2024 ini. Deretan kegiatan KKIN ke IX ini di mulai dengan seleksi tingkat Regional wilayah barat 2 yang akan diselenggarakan di Surakarta,Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 22 – 26 April 2024 mendatang.
KKIN IX 2024 Regional Wilayah Barat 2, yang meliputi wilayah binaan BPVP Surakarta, BBPVP Semarang, BBPVP Bandung dan BPVP Bandung Barat Lembang. Kompetisi dapat diikuti oleh instruktur dari UPTD, LPKS, BLKK, K/L lainnya yang berada di wilayah tersebut dengan 14 Kejuruan yaitu :
Instalasi Listrik, Elektronika, Pengelasan/Welding, Pendingin & Tata Udara, Otomotif Sepeda Motor, Otomotif Mobil/Kendaraan Ringan, Desain Grafis, Perancangan Rekayasa Mekanik CAD, Solusi Perangkat Lunak IT untuk Bisnis, Tata Busana, Tata Kecantikan, Pelayanan Restoran, Pembuatan Kabinet / Meubelair, Barista.
“Melalui ajang KKIN 2024 ini, kita siapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Instruktur dalam mencetak generasi emas Indonesia yang Kompeten. Dan melalui kompetisi ini, kita tingkatkan kompetensi dan profesioanalisme Instruktur dengan bertujuan memberikan motivasi dan kesempatan bagi instruktur untuk berkompetisi secara positif dan konstruktif, sehingga dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi dan unit kerjanya,” kata Direktur Direktorat Intala Kemnaker Dodo Setiadi kepada klikinews.com, Sabtu (20/04/24).

Selain itu disampaikan juga oleh Dodo Setiadi, dalam KKIN yang akan diselenggarakan 22–26 April, Intala akan mengukur dan memantau peta kompetensi Instruktur sesuai dengan bidang keahliannya, memberikan masukan dalam perencanaan program pembinaan instruktur dimasa yang akan datang, memotivasi instruktur untuk lebih meningkatkan kompetensinya baik secara individu maupun secara kedinasan di instansi masing- masing,
“Serta membina dan meningkatkan kerjasama antara sesama instruktur, dan pengelola lembaga pelatihan kerja baik di daerah maupun ditingkat pusat. Lebih menambah wawasan dan pengalaman berkompetisi bagi instruktur dan pengelola lembaga pelatihan kerja dalam penyelenggaraan kompetisi,sehingga mampu menyiapkan calon kompetitor pada ASEAN Skills Competition (ASC),” jelasnya.
Ditempat yang sama, Subkoordinator Pembinaan Instruktur Pemerintahan Pada Intala, Ahmad Ansori menambahkan, dalam ajang KKIN 2024 teersebut, sebagai media untuk tukar pengalaman dan informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kepelatihan mempererat hubungan kerjasama antara pemerintah, swasta, serta dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA). “Serta mampu meningkatkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air,” ujar Ahmad Ansori
Adapun dewan Juri pada KKIN yang dilibatkan adalah Juri Profesional yang menguasai bidang Teknis dan Metodologi sesuai dengan bidang yang dikompetisikan dan diberikan tugas sebagai penilai kompetitor selama kompetisi berlangsung yaitu ; Juri panel adalah beberapa orang independen yang memiliki kemampuan teknis dan manajemen dalam bidang pelatihan sehingga mampu menyelesaikan perselisihan yang ada pada saat kompetisi berlangsung. Koordinator juri adalah juri yang ditunjuk oleh penyelia untuk melakukan koordinasi dengan para juri.
Sarana dan prasarana adalah alat atau mesin dan fasilitas lainny yang diperlukan baik yang disediakan oleh panitia penyelenggara atau peralatan yang di bawa kompetitor sesuai dengan Test Project (TP). Competition Information System (CIS) adalah software yang digunakan untuk melakukan pengelolaan penilaian dan results (hasil) dari kegiatan kompetisi. “Kompetensi Instruktur terdiri dari Kompetensi Bidang Metodologi Pelatihan dan Kompetensi Bidang Keahlian. Bidang Keahlian merupakan keterampilan teknis Instruktur yang dilombakan,” tuturnya.
Adapun bidang metodologi pelatihan merupakan keterampilan Instruktur untuk melaksanakan dan mengembangkan pelatihan kerja. Dan KKIN IX 2024 dilaksanakan dalam 2 fase, Regional di 5 wilayah dan finalnya akan digelar di BPVP So.rong Papua bulan Agustus mendatang (red).
Editor : Aisyahra Mulyawati