KARAWANG,JABAR,Klikinews.com – Bupati Karawang Aep Syaepuloh optimis, kawasan tambak Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) siap jadi lokomotif industrialisasi Nila Salin terbesar di Indonesia. Lokasi tambak yang berada Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya, Desa Pusakajaya, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, menjadi Modeling BINS diproyeksikan menjadi percontohan bagi budidaya ikan sejenis, di sepanjang kawasan Pantura mulai dari Serang (Banten) sampai Banyuwangi (Jawa Timur) seluas 78 ribu hektare.
“ Nila salin adalah jenis ikan nila yang dapat dibudidayakan pada perairan payau. Ikan jenis ini memiliki sifat euryhaline yang dapat menoleransi perubahan salinitas dengan rentang yang lebar. Ikan ini mampu tumbuh dan berkembangbiak pada salinitas 0 – 20 ppt dan masih dapat hidup pada salinitas 35 ppt,” kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat di konfirmasi klikinews.com, melalui Diskominfo Kabupaten Karawang, Jumat (08/06/2024).

Lebih lanjut kata Aep Syaepuloh, kawasan tambak budidaya BINS yang diresmikan langsung oleh Presdien Joko Widodo bersama Mentri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada tanggal 8 Mei 2024 lalu, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Modeling tambak yang modern ini sial menjadi lokomotif industrialisasi nila salin di Indonesia.
Presiden Jokowi sangat apresiasi, bahwa budidaya ikan nila memiliki permintaan pasar dunia yang sangat besar pada tahun 2024 yaitu USD14,4 miliar atau sekitar Rp230 triliun sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Keberhasilan modeling budidaya ikan nila salin akan mendorong budidaya serupa di 78 ribu hektare di pantura dengan jumlah yang bisa diproduksi tak kurang dari 4 juta ton per tahun.
“Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kawasan budidaya ikan nila di 78 ribu hektare tersebut yaitu sebesar Rp13 triliun yang akan disiapkan di APBN tahun 2025 dan 2026,” kata Aep Syaepuloh,
Diakui Bupati Karawang, pembangunan modelling sebagai Langkah tepat untuk menjawan tingginya permintaan ikan nila di pasar domestic maupun secara global,” Saya berharap, dengan kehadiran BINS seluas 78 ribu hektar ini, operasional juga dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal di Kabupaten Karawang,” jelasnya (red).