JAKARTA,Klikinews.com – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) mendorong agar Perikanan Hias Indonesia (PHI), pentingnya dalam menjaga mutu sertifikasi agar manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh pemegang sertifikat, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan daya saing global perusahaan tempat mereka bekerja.
Hal tersebut disampaikan Ketua BNSP Syamsi Hari menyerahkan SK Lisensi LSP Perikanan Hias Indonesia di ICE BSD, Tangerang. Penyerahan ini dilakukan dalam rangkaian acara pameran ikan hias dan binatang peliharaan “NUSATIC X NUSAPET 2024’ yang diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP) pada tanggal 7 Juni 2024 di ICE BSD, Tangerang,Provinsi Banten.
“Sebagai satu-satunya lembaga sertifikasi di bidang perikanan hias, BNSP melalui LSP PHI berkomitmen bermitra dengan pelaku industri di seluruh Indonesia, mencakup perikanan hias laut dan air tawar tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi patut di perhitungkan bagi para pelaku usaha ikan hias,” kata Ketua BNSP Syamsi Hari,saat di konfrimasi klik inews.com di Jakarta, Kamis (13/06/2024).

Lebih lanjut kata Syamsi Hari, LSP ini diharapkan dapat bersinergi dalam menjamin keahlian pada pelaku ikan hias di Indonesia, khususnya para nelayan dan pembudidaya ikan hias, bertujuan untuk menjaga mutu sertifikasinya, agar manfaatnya benar-benar tepat sasaran,
“Tidak hanya bagi pemegangnya, tapi juga bagi perusahaan tempat bekerjanya lebih produktif dan berdaya saing global. LSP Perikanan Hias Indonesia diharapkan dapat mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, melalui penyediaan SDM Ikan Hias yang kompeten”jelasnya.
Mentri Trengono : Indonesia Menjadi Eksportir Ikan Hias Terbesar ke-2 Menggeser Posisi Negara Singapura Dan Belanda

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, berdasarkan data International Trade Statistics, nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2022 mencapai USD36,4 juta atau 11,3% dari total ekspor ikan hias dunia yang mencapai USD321 juta,” Nilai ekspor ini mendudukan Indonesia menjadi eksportir ikan hias terbesar ke-2 menggeser posisi Singapura dan Belanda,” ungkap Menteri Trenggono kepada media,
Festival ikan hias menjadi salah satu upaya KKP mendukung perdagangan dan tumbuhnya usaha ikan hias di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkenalkan ikan hias air tawar khususnya endemik Indonesia kepada masyarakat. Selain itu sebagai ajang pertemuan, serta berbagi informasi antar komunitas pecinta ikan hias, pelaku usaha, bahkan investor.
“Naiknya posisi Indonesia sebagai eksportir ikan hias terbesar ke-dua di dunia menandakan peningkatan kualitas dan daya saing ikan hias dari Indonesia. Capaian tersebut masih akan terus digenjot dengan meningkatkan skala promosi sekaligus memastikan terlindunginya ekosistem ikan hias di Tanah Air lewat program-program berbasis ekonomi biru dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,”ungkap Trenggono
Selain itu, kata Trenggono, Implementasi program ekonomi biru ini akan meningkatkan kesehatan
lingkungan perairan yang menjadi prasyarat utama dalam budidaya ikan hias yang berkualitas. “Saya juga meminta untuk Festival tahun depan menjadi expo ikan hias tingkat internasional,” ujarnya (red).