BANDUNG,JABAR,Klikinews.com – Untuk terus memperluas jaringan di Industry di dunia kerja, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung telah sukses menggelar Gathering Mitra Industri dengan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) dengan tema “Optimalisasi Peran FKLPI di BBPVP Bandung dalam Penguatan Jaringan Kemitraan” bertempat di Grand Sunshine Resort & Convention pada tanggal 28-29 Juni 2024.
Kegiatan Gathering tersebut sekaligus beragendakan Penandatagan Nota Kesepahaman (MOU) anatara FKLPI dan BBPVP Bandung, Sharing Session, Diskusi Panel, dan Sesi Networking. Dan dihadiri 42 orang pengurus yang terkait dengan bidang-bidang yang memiliki kaitan dengan program kerja FKLPI secara keseluruhan. dan 18 orang dari BBPVP Bandung.
Hadir dalam acara, Koordinator Bidang Pemberdayaan Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas Susanto, Koordinator Bidang Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Pelatihan, serta Uji Coba Program, Sistem dan Metode Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas Ari Kustiandi Arrifien, , dan Koordinator Bidang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas Eylana Silmia. Serta hadir Ketua KLPI Usep, perwakilan PT Sinar Daya Makmur Grand Cordela Hotel Bandung, CV Mansur Putra, PT Multi Bina Lestari, Cv. Wiratama solusi kreasi PT Mada Wikri Tunggal.
“Semoga dengan diadakan kegiatan ini mampu membuat BBPVP Bandung dan FKLPI, bisa lebih bersinergi lagi dalam membangun jaringan kemitraan di industri kerja,” ungkap Koordinator Bidang Pemberdayaan Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas BBPVP Bandung, Susanto saat dikonfirmasi media klikinews, Rabu (17/07/24).
Lebih lanjut kata Susanto, BBPVP Bandung merupakan wadah yang dibentuk untuk menjembatani komunikasi dan kerja sama antara lembaga pelatihan dan sektor industri. Dalam hal ini, kehadiran peran FKLPI bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak,sehingga dapat menciptakan sinergi yang harmonis dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Forum ini memainkan peran penting dalam memastikan, bahwa program-program pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPVP Bandung sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan industri, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki keterampilan yang relevan dan siap kerja,” jelas Susanto.

Sebagai mitra strategis BBPVP Bandung, FKLPI berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan di lapangan, memberikan masukan mengenai kurikulum, dan membantu dalam proses evaluasi dan pengembangan program pelatihan. Dengan adanya FKLPI, BBPVP Bandung dapat lebih responsif terhadap perubahan dan perkembangan di dunia industri, serta mampu menyusun program-program pelatihan yang lebih tepat guna dan efektif.
Adapun skema kerjasama antara FKLPI dan BBPVP Bandung meliputi berbagai aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia, yang dapat dikolaborasikan sebagai berikut: Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Pengembangan Kurikulum Bersama: FKLPI dan BBPVP Bandung dapat bekerja sama dalam mengembangkan kurikulum pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Ini memastikan bahwa materi yang diajarkan selalu up-to-date dan relevan dengan teknologi serta metode kerja terbaru. Program Magang dan Praktek Kerja : Melalui kemitraan dengan industri, BBPVP Bandung dapat menyediakan program magang yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta pelatihan,” tuturnya.
Selain itu, Sertifikasi Standarisasi Kompetensi (SSK), FKLPI dan BBPVP Bandung dapat berkolaborasi untuk menyusun standar kompetensi yang diakui oleh industri. Ini meliputi pengembangan modul sertifikasi yang sesuai dengan standar internasional. Penyelenggaraan Uji Kompetensi: Kerjasama dalam penyelenggaraan uji kompetensi bagi peserta pelatihan, memastikan bahwa mereka memiliki sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional, Penempatan Kerja dan Kewirausahaan.
“Serta penempatan Kerja BBPVP Bandung, melalui FKLPI, dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk menyerap lulusan program pelatihan. Program penempatan kerja ini tidak hanya membantu lulusan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil,” jelasnya.
Pengembangan Kewirausahaan : Selain penempatan kerja, FKLPI dan BBPVP Bandung dapat mengembangkan program kewirausahaan bagi peserta pelatihan yang ingin memulai usaha sendiri. Ini termasuk pelatihan dalam manajemen bisnis, akses ke modal usaha, dan pendampingan untuk memulai serta mengembangkan bisnis mereka.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan, baik dari sektor pelatihan maupun industri, untuk berdialog dan bertukar ide guna menciptakan sinergi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengawal SDM Indonesia Kompeten,” tutup Susanto (red).