Kementerian ESDM Keluarkan Kebijakan Baru Untuk Optimalisasikan Produksi Blok MIGAS Dan Bumi

JAKARTA,Klikinews.com –  Untuk optimalisasi produksi migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun berbagai kebijakan baru untuk optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 110.K/MG.01/MEM.M/2024 tentang Pedoman Pengembalian Bagian Wilayah Kerja Potensial yang Tidak Diusahakan dalam Rangka Optimalisasi Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Kepmen ESDM Nomor 110 Tahun 2024 untuk reaktivasi lapangan-lapangan yang idle, yang selama ini tidak diupayakan. SKK Migas sedang melakukan inventarisasi,  Ini untuk direaktivasi kembali oleh KKKS yang ada, yang eksisting di sana.

“Kemudian juga kita dorong untuk bekerja sama dengan teknologi provider atau diupayakan menjadi wilayah kerja baru untuk dikelola oleh KKKS baru. Karena ini udah lama benar, lapangan-lapangan yang idle,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada rekan media, di Gedung Migas,Senin  (5/8/24).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun kebijakan baru untuk optimalisasi produksi minyak dan gas (MIgas) bumi (migas) dalam negeri & menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 110.K/MG.01/MEM.M/2024 tentang Pedoman Pengembalian Bagian Wilayah dalam Rangka Optimalisasi Produksi Migas (poto / dok. Pertamina ).

Selain itu,kata Arifin Tasrif, lapangan-lapangan idle ini juga dapat dikembalikan ke Pemerintah, dengan mempertimbangkan kewajiban pascaoperasi yang harus dipenuhi, untuk selanjutnya dilelang kembali atau difungsikan sebagaimana kondisi sebelumnya.

Pemerintah juga mendorong kerja sama penerapan teknologi peningkatan produksi dengan China saat ini sedang proses pembahasan dengan Sinopec untuk 5 lapangan Pertamina EP, yakni Lapangan Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu, dengan mekanisme Kerja Sama Operasi (KSO) yang lebih menarik dan fleksibel.

“Dalam hal ini, untuk kerja sama penerapan teknologi, kita kerja sama dengan China. Ini sudah ada respons dari Sinopec untuk lima lapangan Pertamina EP, antara lain di Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu. Zulu ini di Offshore North-West Java (ONWJ), depannya Bekasi. Ini China punya kemampuan, Sinopec, kita sudah ke sana. Dan sekarang nanti tinggal nunggu kabar selanjutnya,”ungkap Arifin (red).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *