JAKARTA,Klikinews.com – Mentri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, hadirnya kembali Kegiatan Naker Fest 2024 terdiri dari 3 cluster, yang meliputi Naker Award, yaitu penghargaan kepada 8 perusahaan terbaik, terdiri dari perusahaan/BUMN yang mempekerjakan tenaga kerja disabilitas; perusahaan yang patuh terhadap Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan “Zero Accident”.
Perusahaan yang berkomitmen terhadap penanggulangan HIV/AIDS; perusahaan yang aktif dalam memberikan pelayanan dan perlindungan pekerja migran serta kepala daerah yang berkomitmen dalam pembangunan ketenagakerjaan.
“Seluruh perusahaan yang mendapatkan penghargaan dipastikan tidak ada yang melakukan pemutusan hubungan kerja sepanjang tahun 2024,” ungkap Ida Fauziyah kepada media usai Resmi membuka Naker Fest 2024 bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Lebih detial Menaker Ida memaparkan, diadakannya Festival Vokasi yang memberikan informasi mengenai pentingnya peningakatan kompetensi berkelanjutan bagi tenaga kerja ketika menghadapi pasar kerja yang dinamis. “Pendidikan dan pelatihan vokasi dapat menjadi batu loncatan dalam membangun ekosistem link and match di pasar kerja” ujar Ida Fauziyah.
Cluster terakhir, tersedianya berbagai Expo layanan publik ketenagakerjaan seperti, layanan dan Kios SIAPKerja; layanan konsultasi karier; penyuluhan dan bimbingan jabatan; layanan 1.000 sertifikasi kompetensi gratis; konsultasi Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP); layanan K3 dan pemeriksaan kesehatan gratis; informasi politeknik ketenagakerjaan; hingga layanan data dan informasi ketenagakerjaan.
Pada Naker Fest juga digelar Job Fair nasional, yang menyediakan lebih dari 175 ribu lowongan kerja dari 200 perusahaan, baik itu secara langsung atau online melalui layanan Karirhub SiapKerja. Selain menghadirkan berbagai lowongan pekerjaan, Kemnaker berupaya memperluas kesempatan kerja melalui Tenaga Kerja Mandiri Expo.
“Semua layanan tersebut kami sediakan untuk membangun dan mengorkestrasi Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) yang merupakan pilar penting dari pasar kerja,” tutur Ida Fauziyah (red).