BEKASI,JABAR, Klikinews.com – Aplikasi probiotik sangat penting dibidang kesehatan, farmasi,dan pertanian karena dapat memanfaatkan bahan alami menjadi suatu produk yang terbarukan tanpa mengurangi nilai guna bahan awal, melainkan menambah nilai gunanya melalui teknologi bioteknologi yaitu mikrobiologi molekuler misalnya sebagai antidiare, antiaging, antidiabet, antimiroba (paten no IDS000002471) dan dapat meningkatkan kadar N, P dan K pada pupuk organik probiotik (paten IDS000003418 dan IDS000003436).
Hal tersebut disampaikan Ketua STIKes Prima Indonesia-Bekasi Dr.apt. Indah Zahara, M.Farm, Ketersediaan bahan baku kotoran sapi untuk dijadikan sebagai pupuk organik tentunya memerlukan sentuhan penerapan teknologi tepat guna sehingga pupuk kandang yang dihasilkan memiliki nilai jual dan berbeda dengan pupuk kandang lainnya.
“Melihat potensi pada kelompok ini ditemui beberapa poin permasalahan kelompok tani yang memerlukan pembinaan dan pendampingan terutama pasca pandemik Covid-19 ini untuk memasuki masa New Normal atau masa adaptasi ini tentunya terjadi penurunan daya beli serta penurunan pendapatan bagi kelompok tani termasuk di Wira Usaha Bekasi,
Adapun Solusi yang ditawarkan dengan tujuan mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat penumpukan kotoran sapi dan meningkatkan kualitas nilai jual dari produk pupuk organik probiotik sehingga terwujudnya start up”kata Indah Zahara kepada klikinews, Selasa (29/10/2024). ![]()
Acara kegiatan pengabdian kepada masyarakat dihadiri oleh Prof.Drh.Hj.Endang Purwati,MS.,Ph.D.,Dr.apt. Indah Zahara, M.Farm., Rifa’at Hanifa Muslimah,S.Tr.Keb.,M.H. Dan bibantu oleh mahasiswa Safira Nailal Farhani serta Dini Fitri Hanifa.
“Pupuk organik probiotik padat yang menghasilkan kadar N2,6% P 2,2% dan K 1,1% ini (IDS000003436) yang telah memenuhi SNI No.19-7030-2004 kepada masyarakat di Sumatera Barat,”jelasnya.
Untuk probiotik Weisselia confuse strain dari tumis daun pepaya dilaboratorium Bioteknologi STIKes Prima Indonasia bersama mahasiswa S2 Peternakan Universitas Andalas dan melakukan penelitian menggunakan modifikasi IDS000003418 pada kotoran sapi untuk menjadi pupuk organik probiotik padat dengan pemberian stater 3% probiotik Weisselia confuse dapat menghasilkan kadar N 2,3%, P 1,9% dan K0,4% dengan nilai B/C 1,66 yang telah memenuhi SNI No.19- 7030-2004 dan mempunyai nilai B/C 1,66
“Artinya hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mewujudkan strart up sehingga untuk mencapai target luaran yang maximal maka diperlukan transfer ilmu pengetahuan tepat guna tentang pupuk organik probiotik dari akademis STIKes Prima Indonesia agar dapat meningkatkan pendapatan dengan terbentuknya strart up baru serta menjaga kebersihan lingkungan masyarakat dan ahkirnya saung Kebalen akan menjadi senter edukasi pupuk organik probiotik di Bekasi khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,”tuturnya (red).