TANGERANG,BANTEN,Klikinews.com – Masalah tulang belakang, khususnya pada daerah lumbar pinggang, menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering ditemui. Keluhan seperti nyeri punggung bawah, kesulitan bergerak, hingga rasa kebas atau kelemahan di kaki sering kali berkaitan dengan gangguan pada cakram tulang belakang (lumbar disc).
Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi-Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD, dr.Harmantya Mahadhipta,Sp.OT(K)Spine,seiring berkembangnya teknologi medis, teknik Lumbar Disc Replacement (LDR) kini menjadi salah satu metode penanganan terkini yang efektif dalam mengatasi masalah ini.
“Lumbar Disc Replacement adalah prosedur bedah yang bertujuan mengganti cakram tulang belakang yang rusak atau aus dengan implan buatan. Prosedur ini dirancang untuk menjaga mobilitas alami tulang belakang sambil mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh cakram yang bermasalah,” ungkap dr.Harmantya Mahadhipta,Sp.OT(K)Spine kepada media pada Rabu (11/12/2014) di Restoran Casa De Rote Tangerang, Banten. ![]()
Berbeda dengan fusi tulang belakang (spinal fusion), kata dr. Hermantya, di mana dua tulang belakang disatukan sehingga gerakannya menjadi terbatas, LDR memungkinkan pasien tetap memiliki rentang gerak normal pada area yang dioperasi. “ Implan buatan ini terbuat dari bahan yang kompatibel dengan tubuh manusia, seperti logam atau bahan plastik tahan lama,” jelasnya.
Prosedur LDR ini memiliki kelebihan seperti dapat memungkinkan tulang belakang orang untuk dapat bergerak secara alami, selain itu dapat juga mengurangi risiko beban berlebih pada segmen lain, “Dengan mempertahankan gerakan alami, risiko kerusakan pada cakra lain dapat diminimalisir. Tidak hanya itu, proses pemulihan nyeri pasca operasi menjadi lebih cepat,” ujarnya,
Adapun kondisi yang membutuhkan prosedur LDR,beberapa kondisi masalah penyakit yang dapat membutuhkan penanganan menggunakan prosedur ini sepert: Degenerative Disc Disease (DDD).
“Penyakit degeneratif cakram ini terjadi ketika cakram tulang belakang mengalami kerusakan atau akibat penuaan, tekanan berulang, atau cedera. Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis di punggung bawah yang dapat menjalar ke kaki (sciatica).” Ujarnya,
Hernia cakram terjadi ketika bagian dalam cakram (nukleus pulposus) menonjol keluar melalui bagian luar yang robek. Hal ini dapat menekan saraf tulang belakang, menyebabkan nyeri, mati rasa, atau kelemahan pada tungkai. “Pasien dengan HNP yang berulang atau cakram yang mengalami kerusakan permanen dapat memerlukan pengangkatan dan penggantian cakram menggunakan implan buatan,”bebernya,
Spondylosis adalah bentuk arthritis degeneratif yang memengaruhi cakram dan sendi tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis dan pembatasan gerak, sering kali disertai radikulopati tekanan pada saraf yang menyebabkan gejala di tungkai. LDR dapat menjadi pilihan jika nyeri berasal dari cakram yang rusak, dan pasien tidak menunjukkan tanda-tanda instabilitas tulang belakang.![]()
“Walaupaun teknik LDR ini dapat digunakan untuk beberapa gangguan pada tulang belakang namun masalah kesehatan seperti osteoporosis, infeksi tulang belakang, atau masalah struktur tulang lainnya tidak dianjurkan untuk dilakukan prosedur bedah ini,”jelasnya lagi,
LDR adalah solusi modern untuk mengatasi masalah tulang belakang yang kompleks, khususnya pada cakram lumbar. Dengan teknik ini, pasien memiliki peluang untuk kembali menjalani kehidupan aktif dengan nyeri minimal dan mobilitas maksimal.
“Jika mengalami nyeri punggung bawah, berkonsultasilah dengan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan tulang belakang guna mendapatkan penanganan tepat dan maksimal,” tutup dr.Harmantya Mahadhipta,Sp.OT(K)Spine (red).