JAKARTA, Klikinews.com – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk melakukan intervensi di pasar non-deliverable forward (NDF) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menyusul tekanan global yang meningkat akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.
“Tekanan terhadap nilai tukar rupiah telah terjadi di pasar off-shore (NDF) di tengah libur panjang pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446 Hijriah,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam Press Confrence di Jakarta kepada media, Senin (7/4).
Sebelumnya, kata Ramdan, kurs rupiah melemah hingga Rp17.171 per dolar AS pada Jumat (4/4) di pasar NDF. Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg hari ini pukul 14.40 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.804 per dolar AS.
Sebagai bentuk stabilisasi, BI melakukan intervensi secara berkesinambungan di pasar off-shore Asia, Eropa, dan New York. “ Intervensi juga akan dilanjutkan secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan pada 8 April 2025, mencakup intervensi di pasar valas (spot dan domestic NDF/DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” tutupnya (red).