JAKARTA,Klikinews.com – Sejak didirikan pada tahun 2017, program Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) kampus LSPR Institute of Communicatioin & Business telah mengedukasi ratusan mahasiswa dan melahirkan ratusan alumni berprestasi yang kini mengisi berbagai posisi penting di Industri kerja, termasuk nama-nama terkenal seperti Prilly Latuconsina, Winda Dwiastuti, dan Ochi Rosdiana.
Rektor LSPR Institute Dr.Andre Ikhsano,M.Si mengatakan, menjadi bukti nyata dari komitmen LSPR dalam meningkatkan kualitas pembelajaran daring yang selalu berinovasi dan relevan dengan kebutuhan industri
Saat ini memasuki usia kampus LSPR yang ke 33 tahun, dengan penuh bangga LSPR memiliki banyak 10 Program Studi yang aktiv dari level jenjang S1, S2, dan S3. Dan yang unik adalah, LSPR juga memiliki dua Prodi khusus untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah di mulai pada tahun 2017 untuk jenjang S1, sebelum pandemi sudah berjalan.
“Maka dari itu, setelah ada wabah Pandemi Covid 19 di tahun 2020 – 2022, kita di LSPR tidak kaget lagi, karena proses pembelajaran pun dapat mengadopsi dari PJJ tersebut. Di tahun 2024, LSPR baru mendapat ijin untuk level jenjang S2 dan sudah berjalan sampai saat ini,” ujar Dr.Andre Ikhsano,M.Si saat di wawancarai media klikinews.com, Rabu (1/7/2025) di Kampus LSPR Sudirman Jakarta,

Sebagai pionir dalam penyelenggaraan kuliah online ilmu komunikasi di Indonesia, LSPR menyediakan pengajaran dari dosen praktisi berpengalaman yang aktif di lapangan, kurikulum unggulan internasional dan nasional, serta fleksibilitas waktu melalui Learning Management System (LMS) terkini yang interaktif.
“Program kuliah online LSPR atau PJJ ini tidak hanya menjawab tantangan teknologi, tetapi juga beradaptasi dengan kebutuhan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari karyawan, pengusaha hingga ibu rumah tangga. Dengan pendekatan ini, siapapun dapat mengikuti perkuliahan tanpa terhambat oleh jadwal kerja atau lokasi geografis, sehingga pendidikan tinggi menjadi lebih terjangkau dan inklusif,”kata Andre Ikhsano,
Untuk mahasiswa yang mengikuti kuliah PJJ saat tercatat dari berbagai negara dan daerah, maka dari itu, harapannya dengan PJJ ini bisa menjadi terobosan baru dan tidak lagi hambatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi .
“Di PJJ ini, sistem belajar bagi para mahasiswanya yang tersebar di berbagai negara seperti di Dubai, Malaysia, Singapore dan dimana saja bisa berkuliah dan memiliki aspek waktu dan lokasi bisa dimana saja, mereka bisa ikuti kuliah PJJ di kantor, di rumah, atau lagi ada tugas luar kantor, dimanapun bisa. Dan untuk durasi kuliah sama dengan kuliah reguler, namun uniknya, perkuliahan PJJ secara online ini justru bisa lebih cepat selsesainya dibanding dengan yang reguler,” jelas Andre,
Harapannya, kata Andre, dengan hadirnya PJJ tersebut, tentu untuk bisa menambah Angka Parsitipasi Kotor Perguruan Tinggi (APKPT) di indonesia ini, masih berkutat di 35% itu paling tinggi. Jadi remaja – remaja yang menjadi mahasiswa masih 35%, padahal itu usia yang sangat gaya produktif untuk mereka bisa berkuliah.
“Sisanya berarti masih ada remaja sebanyak 65% yang belum berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sedangkan kalau kita komper dibandingkan denga negara Malaysia udah 55 %, bahkan di Korea Selatan 98%. Jadi dari 100 remaja itu pasti di 98%nya berkuliah,” tutup Andre Iksano (red).