Eka Hospital BSD Hadirkan Alat Hilangkan Benjolan Tiroid Tanpa Operasi Dengan Radiofrequency Ablation  

JAKARTA,Klikinews.com – Penyakit Tiroid adalah kondisi medis yang memengaruhi fungsi kelenjar tiroid, yaitu kelenjar berbentuk kupu-kupu kecil yang terletak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memiliki peran yang sangat penting karena menghasilkan hormon tiroid (terutama tiroksin atau T4 dan triiodothyronine atau T3) yang mengatur banyak fungsi vital dalam tubuh.

Hormon tiroid berperan dalam Metabolisme tubuh mengatur kecepatan tubuh mengubah makanan menjadi energi. Pertumbuhan dan perkembangan, Penting untuk perkembangan otak dan tubuh yang normal, terutama pada anak-anak. Suhu tubuh: Membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Fungsi jantung: Memengaruhi detak jantung dan tekanan darah.Fungsi saraf: Berperan dalam fungsi otak dan sistem saraf. Kesehatan kulit, rambut, dan kuku.

“Ablasi Radiofrekuensi (RFA) adalah prosedur medis non-bedah yang menggunakan energi panas dari gelombang radiofrekuensi untuk mengecilkan atau menghilangkan benjolan (nodul) tiroid yang jinak. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke dalam nodul tiroid  dengan panduan USG (ultrasonografi). Ujung jarum  akan menghasilkan energi panas yang menghancurkan sel-sel  tidak normal pada nodul tanpa merusak jaringan tiroid sehat di sekitarnya,” kata  Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Eka Hospital BSD,  dr.Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM

Teknologi RFA memanfaatkan energi listrik yang diubah menjadi gelombang radiofrekuensi. Gelombang ini dialirkan melalui elektroda pada ujung jarum yang dimasukkan ke dalam target jaringan (dalam kasus ini, nodul tiroid). Ketika energi gelombang radiofrekuensi mencapai jaringan, ia menyebabkan getaran molekul air di dalam sel dan menghasilkan panas.

“Panas yang dihasilkan inilah yang menyebabkan koagulasi protein dan nekrosis (kematian) sel-sel target. Proses ini dilakukan secara hati-hati dan terukur dengan panduan USG untuk memastikan jarum berada pada jaringan target dan tidak ada nodul yang tersisa.,” jelasnya

Perbandingan RFA dengan Pembedahan Operasi

Sebelum tindakan RFA poluler dilakukan, tindakan yang bisa dilakukan untuk penyakit tiroid yaitu dengan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid atau yang biasa disebut Tiroidektomi. Tindakan pembedahan ini telah menjadi standar penanganan untuk benjolan tiroid yang merupakan tumor ganas, berukuran besar, dan sudah menimbulkan gejala yang mengganggu kualitas hidup pasien. Namun, pembedahan memiliki beberapa kekurangan seperti sayatan besar di leher hingga masa pemulihan yang lebih lama. Pasien memerlukan waktu untuk penyembuhan luka dan penyesuaian hormon jika sebagian besar atau seluruh tiroid diangkat.

Tindakan RFA  memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pembedahan:

  • Target yang spesifik: energi RFA dihantarkan langsung ke dalam nodul dibawah panduan USG, dengan kontrol suhu yang akurat dapat meminimalkan risiko kerusakan jaringan di luar target.
  • Minimal invasif: Tidak memerlukan sayatan besar, hanya tusukan kecil.
  • Bekas luka minimal: Hanya meninggalkan bekas tusukan kecil yang biasanya tidak terlalu terlihat.Waktu pemulihan cepat: Pasien biasanya dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya dan segera kembali beraktivitas normal.
  • Mempertahankan fungsi tiroid: Karena hanya nodul yang ditangani, sebagian besar fungsi kelenjar tiroid tetap terjaga, sehingga risiko kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme) lebih rendah dibandingkan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh tiroid.
  • Dapat diulang: Jika nodul tumbuh kembali, prosedur RFA dapat diulang.

Meskipun relatif aman, tindakan RFA tetap memiliki risiko minimal, seperti nyeri lokal sementara, memar kecil di area tusukan, atau perubahan suara sementara. Namun, risiko komplikasi serius sangat jarang terjadi jika prosedur dilakukan oleh dokter yang berpengalaman.

Siapa saja yang memerlukan tindakan RFA?

Tindakan Radiofrequency Ablation (RFA) untuk benjolan tiroid adalah prosedur minimal invasif yang menjadi alternatif operasi bagi pasien tertentu. RFA menggunakan gelombang radio untuk menghasilkan panas yang akan mengecilkan atau menghancurkan sel-sel benjolan tiroid.

Berikut adalah kriteria umum siapa saja yang memerlukan atau direkomendasikan untuk tindakan RFA pada benjolan tiroid:

1. Benjolan tiroid jinak (Nonkanker)

  • Diagnosis Terkonfirmasi: Ini adalah kriteria paling penting. RFA umumnya ditujukan untuk benjolan tiroid yang telah terbukti jinak melalui biopsi (Fine Needle Aspiration Biopsy/FNAB). RFA tidak disarankan untuk benjolan yang dicurigai kanker atau yang hasil biopsinya belum jelas.
  • Jenis Benjolan: RFA paling efektif untuk benjolan tiroid yang padat (solid) atau sebagian besar padat. Untuk benjolan yang berisi cairan (kista), ablasi etanol (ethanol ablation) mungkin lebih dianjurkan.

2. Benjolan yang menimbulkan gejala atau masalah estetika

  • Gejala Penekanan: Benjolan yang tumbuh besar dan menyebabkan gejala seperti kesulitan menelan (disfagia), sesak napas, atau rasa tertekan di leher.
  • Masalah Kosmetik: Benjolan yang ukurannya cukup besar sehingga terlihat jelas dan mengganggu penampilan pasien.

3. Nodul tiroid yang mempengaruhi fungsi tiroid berlebihan (autonomously functioning thyroid nodules/AFTN atau “Hot Nodule”)

  • Pada kondisi ini, benjolan tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan (menyebabkan hipertiroidisme). RFA dapat menjadi pilihan untuk mengurangi produksi hormon oleh nodul ini, sebagai alternatif dari operasi atau terapi yodium radioaktif.

4. Pasien yang menolak atau tidak Cocok untuk Operasi

  • Menolak pembedahan: Beberapa pasien mungkin tidak ingin menjalani operasi tiroid karena kekhawatiran akan risiko pembedahan, bekas luka, atau potensi efek samping seperti hipotiroid permanen yang memerlukan konsumsi obat seumur hidup.
  • Kondisi medis yang tidak memungkinkan operasi: Pasien dengan kondisi kesehatan lain yang membuat mereka menjadi kandidat berisiko tinggi untuk operasi (misalnya, masalah jantung, paru-paru, atau kondisi lain yang tidak memungkinkan anestesi umum).

5. Kasus kanker tiroid tertentu (dengan Pertimbangan Khusus)

  • Meskipun sebagian besar kanker tiroid ditangani dengan operasi, ada beberapa kasus spesifik di mana RFA dapat dipertimbangkan, terutama untuk:
    • Kanker tiroid primer yang sangat kecil (mikrokarsinoma) pada pasien yang menolak operasi atau memiliki risiko bedah tinggi.
    • Kanker tiroid yang kambuh (rekuren) di area leher yang sulit dijangkau operasi atau pada pasien yang sudah pernah menjalani banyak operasi sebelumnya.
    • Ini biasanya merupakan keputusan yang sangat individual dan harus didiskusikan secara mendalam dengan tim dokter spesialis.

Kriteria Lain yang Perlu Diperhatikan:

  • Ukuran Nodul: Umumnya, RFA paling efektif untuk nodul yang tidak terlalu besar. Meskipun demikian, nodul yang sangat besar mungkin memerlukan lebih dari satu sesi RFA untuk mencapai pengecilan yang signifikan.
  • Lokasi Nodul: Nodul yang terlalu dekat dengan struktur vital di leher (seperti pita suara, trakea, atau pembuluh darah besar) mungkin bukan kandidat ideal untuk RFA karena risiko komplikasi yang lebih tinggi.
  • Tidak sedang hamil: Wanita hamil tidak direkomendasikan untuk menjalani RFA.
  • Tidak Ada Infeksi Akut: Pasien tidak boleh memiliki infeksi aktif di area leher.
  • Tidak Ada Gangguan Pembekuan Darah yang Parah: Untuk meminimalkan risiko perdarahan selama prosedur.

Prosedur RFA untuk Benjolan Tiroid

Prosedur Ablasi RFA biasanya berlangsung sekitar 30-60 menit dan dilakukan sebagai rawat jalan. Berikut adalah tahapan umumnya:

  1. Persiapan: Area leher akan dibersihkan dan diberikan anestesi lokal.
  2. Panduan USG: Dokter akan menggunakan USG untuk memvisualisasikan lokasi dan ukuran nodul tiroid secara real-time.
  3. Insersi Jarum: Jarum elektroda  akan dimasukkan ke dalam nodul tiroid ddengan panduan USG.
  4. Ablasi: Energi radiofrekuensi akan dialirkan melalui jarum untuk menghasilkan panas dan menghancurkan sel-sel di dalam nodul. Dokter akan memantau proses ini melalui USG.
  5. Penarikan Jarum: Setelah selesai, jarum akan ditarik dan area tusukan akan ditutup dengan perban kecil.
  6. Pemulihan: Pasien akan diobservasi sebentar sebelum diperbolehkan pulang.

Tindakan RFA menjadi pilihan menarik bagi pasien dengan benjolan tiroid jinak yang ingin tanpa tindakan pembedahan dan pemulihan yang lebih cepat. Namun tidak semua nodul tiroid yang jinak dapat dilakukan tindakan RFA, perlu dinilai apakah ada kontraindikasi absolut maupun relatif. Oleh karena itu diperlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah berpengalaman (red),

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tindakan RFA sebagai solusi penanganan benjolan tiroid tanpa operasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM di Eka Hospital BSD. Beliau adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah tiroid, termasuk tindakan RFA. Dengan konsultasi yang tepat, Anda dapat memahami apakah  tindakan RFA merupakan pilihan tepat dan terbaik untuk kondisi Anda dalam mengambil langkah menuju penanganan benjolan tiroid yang aman dan efektif.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *