Gaya Gen Z Nonton  Konser Terbuka : Jadi Ajang Piknik Dan Healing Bersama Untuk Menikmati Musik

JAKARTA,Klikinews.com – Gaya menikmati konser di kalangan Gen Z kini mulai terlihat berbeda. Bukan lagi soal berada paling depan, ikut euforia massa, atau berdiri berjam-jam di tengah crowd yang padat. Banyak dari mereka justru lebih nyaman berada di ruang terbuka, duduk di atas tikar, membawa makanan sendiri, dan menikmati musik dengan ritme yang lebih pelan.

Bagi Gen Z, konser bukan cuma soal penampilan panggung . Suasana dan pengalaman secara keseluruhan jadi bagian yang tak kalah penting. Mereka cenderung mencari format yang memberi ruang untuk jeda, ngobrol santai, dan menikmati musik tanpa tekanan. Interaksi sosial tetap ada, tapi tidak harus dibungkus dengan energi yang terlalu meledak-ledak.

“Konsep ini terlihat di berbagai festival musik belakangan ini, salah satunya Bigu Fest 2025 di Jakarta. Penonton datang bukan hanya untuk menyaksikan artis favorit, tapi juga untuk menikmati suasana yang nyaman, duduk lesehan, membawa bekal sendiri, dan berbagi waktu bersama teman, ”ungkap salah satu Panitia Bigu Festival Aura Tarjuki, saat di konfirmasi media klikinews.com, Kamis (24/7/2025).

Klik Inews / Poto : Salah satu Panitia Bigu Festival Aura Tarjuki, sekaligus Mahasiswi LSPR Institute of Communication & Business  Sudirman Jakarta.

Lebih lanjut kata Mahasiswi LSPR Institute of Communication & Business  Sudirman Jakarta ini, bagi sebagian besar dari mereka, ini bukan sekadar konser, tapi semacam ruang istirahat kolektif yang tetap menyenangkan. Mengabadikan penampilan musisi favorit sambil duduk di atas tikar, penonton menikmati konser dengan cara yang lebih santai dan personal. “Seneng banget bisa nonton konser sambil duduk. Gak pegal, gak ribet. Bisa sambil makan juga, jadi lebih enjoy,” kata Aura,

Visual dan atmosfer juga jadi pertimbangan. Banyak venue yang kini dipilih karena punya nilai estetika. Latar yang fotogenik, pencahayaan natural, hingga elemen-elemen visual seperti gedung tinggi atau jalur LRT di belakang panggung seringkali muncul di unggahan media sosial para penonton. Dokumentasi jadi bagian dari pengalaman, tapi dengan cara yang lebih rileks dan tidak dibuat-buat.

Pilihan ini tidak muncul tanpa alasan. Gen Z dikenal punya kesadaran tinggi terhadap kesehatan mental dan batas energi mereka. Mereka lebih nyaman dengan aktivitas yang memberi ruang untuk istirahat, tidak terlalu padat, dan tetap terasa menyenangkan. Konser dengan konsep yang lebih ‘slow’ menjadi tempat yang pas untuk melepaskan penat tanpa harus merasa lelah secara fisik atau sosial.

Perubahan ini juga memperlihatkan bagaimana nilai-nilai seperti Fear of Missing Out (FOMO) mulai bergeser. Kini yang lebih terasa justru  Joy of Missing Out (JOMO), datang bukan karena takut tertinggal, tapi karena memang ingin hadir dan menikmati momen dengan caranya sendiri.

“Tren ini jelas menunjukkan bahwa menikmati musik kini tak harus melelahkan, tapi bisa jadi momen nyaman yang menyenangkan dan penuh makna,” tutup Aura (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *