Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukanagalih Cianjur : Para Dosen Universitas Binawan Jakarta Edukasi Budidaya Pemanfaatan TOGA, Dapat Tangani Masalah Kesehatan Secara Mandiri

CIANJUR,JABAR,Klikinews.com –  Dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, para Dosen Universitas Binawan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukanagalih, Cianjur Melalui Edukasi Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Menangani Masalah Kesehatan Sehari-hari Secara Mandiri.” . Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, Kamis–Jum’at, Tanggal 14–15 Agustus 2025, bertempat di Posyandu Krisan I, Desa Sukanagalih, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Program ini mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi  melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat,” ungkap Ernie di konfirmasi media  klikinews.com pada, Jumat (15/08/25).

 

Poto : Green house ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat secara mandiri untuk warga di Desa Sukanagalih, Kabupaten Cianjur.

Ketua pelaksana kegiatan Apt. Ernie Halimatushadyah, M.Farm.,C.Herbs menyampaikan, bahwa pemanfaatan TOGA dan pangan lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga secara alami dan berkelanjutan.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang Inovasi Pertanian Masa Kini Hidroponik yang disampaikan oleh Agnes Yuliana, M.Si. Dalam uraiannya, Agnes menjelaskan bahwa hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah, menggunakan larutan nutrisi dalam air.

Hidroponik dinilai lebih higienis, hasil panen lebih tinggi, hemat air dan pupuk, serta cocok diterapkan di lahan terbatas. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai sistem hidroponik seperti  wick system, NFT (Nutrient Film Technique), dan DFT (Deep Flow Technique), serta praktik sederhana cara penyemaian hingga panen sayuran daun.

Usai penyuluhan, dilaksanakan peresmian Green House TOGA yang menjadi sarana pembelajaran sekaligus praktik langsung budidaya tanaman obat bagi masyarakat Desa Sukanagalih. “Green house ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat secara mandiri,” kata Agnes Yuliana,

Hari kedua penyuluhan kembali dilaksanakan di tempat yang sama dengan peserta bapak-bapak, ibu-ibu, serta remaja di wilayah Posyandu Krisan I, dimana materi pertama disampaikan oleh Apt. Ernie Halimatushadyah, M.Farm., C.Herbs dengan tema Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Apoteker Ernie mengulas manfaat berbagai tanaman obat keluarga, di antaranya jahe, kunyit, sereh, lengkuas, daun mint, temulawak, dan lidah buaya, beserta cara pengolahan sederhana seperti seduhan, rebusan, maupun ramuan oles. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan dosis dan potensi efek samping dalam penggunaannya.

Pemateri kedua pada hari kedua adalah Dr. Ratnayani, S.P., M.Biomed yang membawakan materi Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Gizi Seimbang. Dalam paparannya, Ratnayani mengajak masyarakat untuk menerapkan konsep Isi Piringku, yaitu membagi piring makan menjadi sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah secara seimbang.

“Pentingnya pemanfaatan pangan lokal seperti singkong, ubi, jagung, garut, tempe, tahu, ikan kembung, serta berbagai sayur dan buah khas daerah yang kaya zat gizi sekaligus lebih terjangkau,”ungkap Dr. Ratna Yani,

Poto : Pemateri Dr. Ratnayani, S.P., M.Biomed bersama para Dosen Universitas Binawan Jakarta, mengajak masyarakat untuk menerapkan konsep Isi Piringku, yaitu membagi piring makan menjadi sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah secara seimbang.

Selain penyuluhan, hari kedua juga dimeriahkan dengan lomba masak ramuan herbal berbasis TOGA, yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan remaja dengan total 5 kelompok, dimana 1 kelompok terdiri dari 3 orang.  “Lomba ini bertujuan mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi minuman maupun ramuan sederhana yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan,”jelasnua,

Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Binawan dari Prodi Farmasi, Liyna Fatimah dan Muhamad Ardiansyah dan Program Studi (Prodi) Gizi, Julia Dwi Rahmadianti dan Edvan Duta Zulham, “Tujuannya untuk meningkatkan keterapilan sosial, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah dididapatkan selama perkuliahan,” ujarnya,

Acara ini berlangsung secara interaktif yang ditunjukkan dengan antusias peserta pada setiap sesi diskusi maupun praktik. Sebagai penutup, kegiatan ditandai dengan penyerahan bibit tanaman toga kepada Posyandu Krisan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat (red).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *