Darurat Sampah Di TPA, Pemkot Bekasi Hadirkan PSEL Ramah Lingkungan Jadi Energi Nyata Untuk Indonesia Kuat

KOTA BEKASI,JABAR,Klikinews.com  – Darurat sampah di TPA Sumur Batu, Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan hadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Hal tersebut disampaikan saat pihak DLH menerima kunjungan dari tim konsultan dari Badan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Selasa (14/10/25) di Kantor Walikota Bekasi Jl. Jendral Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Dalam pertemuan tersebut merupakan langkah percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Dana akan segera terlaksana proyek ini diharapkan menjadi solusi nyata atas dua persoalan sekaligus penumpukan sampah dan kebutuhan energi ramah lingkungan.

“Proyek PSEL bukan sekadar upaya pengelolaan sampah atau pembangkit Lisrtri,melainkan bentuk transformasi energi di daerah. Ini adalah langkah besar untuk mengubah cara kami menangani sampah—dari beban menjadi sumber daya bernilai ekonomi,” ungkap Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih saat di konfirmasi media klikinews,

Klik Inews / Poto : Pemkot Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup menerima kunjungan dari tim konsultan dari Badan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Selasa (14/10/25) di Kantor Walikota Bekasi Jl. Jendral Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Menurut  Kiswatiningsih,pertemuan kali ini yakni melakukan penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) kini menjadi prioritas utama. Hasil FS tersebut akan menjadi dasar bagi tahapan lelang dan konstruksi PSEL.“Kami  dari Pemerintah Kota Bekasi, ingin memastikan proyek ini layak secara teknis, finansial, dan sosial. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah Bantargebang,” jelasnya.

Lebih lanjut Kiswatiningsih menjelaskan, TPA Sumur Batu saat ini menjadi titik krusial dalam pengelolaan sampah di Bekasi. “Dengan kehadiran PSEL, diharapkan volume sampah yang menumpuk di lokasi tersebut dapat berkurang drastis. Selama ini kami hanya menggunakan metode open dumping di TPA Sumur Batu. Melalui PSEL, kami ingin mengolahnya menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi Masyarakat dalam mendukung #EnergiBerdaulatIndonesiaKuat ,” ujarnya,

 

Darurat Sampah, Pemkot Bekasi  Akan Sulap Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Dan Nilai Ekonomi

Klik Inews / Poto Drone Ridwan : Darurat Kondisi Tumpukan Sampah TPA Sumur Batu, Bantar gebang Bekasi terlihat memprihatinkan akan disulap jadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Pemerintah Kota Bekasi terus berkomitmen mencari solusi atas persoalan darurat sampah yang kian mendesak. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa, Kota Bekasi menghasilkan sampah sekitar 1.800 ton per hari. Pola pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada sistem collect–transport–dispose ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu,Bantar Gebang telah menyebabkan over kapasitas dan menimbulkan dampak lingkungan serius.

“Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Bekasi mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berkapasitas 1.000 ton per hari,” ucap Sekretaris Daerah Kota Bekasi,Junaedi

Dalam Proyek ini kata Sekda, akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang ramah lingkungan, Sistem Pengolahan Gas Buang yang memenuhi standar Direktif 2010/75/UE tentang emisi industri (IED), Leachate Treatment & WWTP yang memenuhi standar Permen LHK P.59/2016 & Permen LHK P.68/2016  yang  dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),  “Peran Pemerintah Kota Bekasi antara lain menyediakan regulasi mendukung investasi,  perizinan dan teknis lainnya, memastikan lahan sesuai RT/RW, konstruksi akses jalan dan Tipping Fee.

Menurut Junaedi, seasuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi PSEL dan Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2023 tentang pelaksanaan KPBU dalam penyediaan infrastruktur.

“Jika tidak ditangani dengan serius, Kota Bekasi diprediksi tidak mampu lagi menampung volume sampah dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan khusus dan langkah preventif,” ujar Sekda Kota Bekasi.

Dia menegaska,  bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot dalam menjaga kelestarian lingkungan. Guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, “Pemerintah Kota Bekasi terus berinovasi dengan melakukan riset dan merealisasikan program yang memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya .

Adapaun Peran PLN UP3 Bekasi

Klik Inews / Poto : Ridwan

PLN UP3 Bekasi, sebagai Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan di wilayah Bekasi, berperan sebagai pembeli listrik dari pembangkit energi terbarukan, termasuk PLTSa. “Kesiapan mereka untuk membeli listrik dari PLTSa Sumur Batu adalah contoh konkret dukungan terhadap proyek energi baru terbarukan,”kata Manager PLN UP3 Bekasi, Donna Sinatra,

Selain itu, kata Donna, dukungan ekonomi sirkular sSecara umum, PLN mendukung konsep ekonomi sirkular yang menjadikan sampah dan limbah sebagai sumber energi listrik. “Hal ini sejalan dengan program nasional dan komitmen PLN untuk menyediakan listrik yang ramah lingkungan,” jelasnya (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *