KOTA BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Faisal, mengkritik bahwa Pemerintah Kota Bekasi dinilai belum memiliki grand design atau cetak biru yang konkret untuk kemajuan daerahnya. Ketiadaan rencana induk ini dianggap menghambat pembangunan jangka panjang, optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Tujuan Kritik ini saya dilontarkan, karena grand design dianggap penting untuk memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi kemajuan Kota Bekasi di masa depan. Saya sudah seringkali mengusulkan kepada kepala daerah bagaimana pemerintah hari ini itu memiliki grand design, mau seperti apa Kota Bekasi kedepannya,”ungkap Faizal kepada media, Senin ( 17/11/2025).
Menurut pria asal Fraksi Golkar Solidaritas ini, di Kota Bekasi masih banyak potensi yang bisa menyumbangkan pemasukan terhadap PAD, asalkan pemerintah memiliki blueprint . Mengingat saat ini di Kota Bekasi banyak jasa perdagangan, tapikan pada saat kita memiliki blue print secara utuh tentu kita akan melihat potensi wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Dampak Ketiadaan grand design ini,kata Faizal, dikhawatirkan menghambat optimalisasi potensi daerah, termasuk peningkatan PAD yang dinilai belum maksimal karena tidak ada skema yang jelas. “ciri kota atau daerah yang dikatakan maju dari sisi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam , infrastruktur dan lain sebagainya harus memiliki grand design.,” ujarnya
Selain bisa melihat bagaimana PR Pemerintah Kota Bekasi, terkait bagaimana jalan itu bisa terintegrasi kekurangan nya di titik mana, saluran, trotoar terintegrasi mungkin juga keindahan taman dan lain sebagainya, ini kan menjadi ciri-ciri kota yang modern juga serta masuk kedalam visi dan misi kepala daerah hari ini,
“Harapan kita, agar pemerintah daerah segera memiliki blueprint pembangunan yang komprehensif, agar kemajuan daerah dapat terlihat secara terukur dalam satu periode kepemimpinan,”tutur Faizal (red/adv/hms/dprd/kotabksi).