KOTA BEKASI,Klikinews.com – Bisnis selempang kontes dan selempang wisuda di Kota Bekasi saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, didorong dukungan oleh kemajuan teknologi dan Internet, permintaan semkin tinggi untuk produk personalisasi pada acara-acara penting.
Hal ini terlihat dari menjamurnya pelaku usaha lokal yang menawarkan berbagai pilihan produk seperti brand Selempang Kontes di Pondok Gede, Kota Bekasi milik Pak Yanuar Yusuf Syah dan Istri Ibu Sari Tukma Dewi . berkat dukungan Internet IM3 dari Indosat sejak tahun 1997 , usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Selempang Kontes di Bekasi semakin tumbuh berkembang ,dan semakin banyak peminat, yang mengkhususkan diri pada
pembuatan selempang, baik untuk wisuda, kontes, pernikahan, maupun acara lainnya.![]()
“Bisnis usaha saya menjahit selempang ini berdiri tahun 2013 hingga saat ini. Awalnya usaha selempang ini dari istri saya yang hobi menjahit . setlah itu, Kita sepakat untuk mengembangkannya secara mandiri,
“Di tahun 2013 itu, ada rasa Bahagia, karena mendapat pesanan selempang pertama kalinya dari beberapa pribadi dan intansi. Saat itu saya sama istri menggunakan bordir manual ,karena pada tahun 2013 belum ada bordir komputer, kita tetap semangat mewujudnyanya,” ungkap Owner Selempang Kontes, Yanuar Yusuf Syah saat di wawancarai media klikinews pada Senin (1/12/2025) dokediamaanya Pondok Gede ,Kota Bekasi.
Dengan semangat dan perjuangannya bersama Istri, usaha Selempang Kontesnya itu lama-lama semakin berkembang, dari relasi yang sudah pesan, ada temennya lagi yang pesan. Jadi saat ini informasi usaha saya dan istri dari mulut ke mulut para pelanggan sampai saat ini pesanan dari berbagai Provinsi seluruh Indonesia .

“Sampai saat ini kita juga mendapat pesanan selempang dari Bali dan beberapa perguruan tinggi. Dan setiap Even Provinsi baik dari Pemerinatahan itu ada Kota dan kabupaten, swasta Yayasan setiap tahun pasti selalu pesan dari kami. Semakin berkembangnya itu sebelum Covid 19 banyak pengiriman keluar Kota . sejak Covid orderan mulai sepi, tapi ada bebrapa pesanan hanya sedikit.
Setelah pandemi, Yanuar dan Istri memanfaatkan promosi gencar melalui dukungan Internet IM3 Indosat di media sosial Instragram, pesanan selempangpun mulai meningkat lagi dari pelanggan lama dan baru. Ada beberapa klien yang sudah lama kerja sama dari tahun 2028 sampai 2025 ini masih pesan menjadi pelanggan setia di perguruan tinggi dalam satu tahun 2 kali order total 1000 pecc selempang , karena wisudanya 2 kali .

“Sebagai pelanggan lama IM3 Indosat, kami berharap, Indosat juga dapat menggandeng kami pelaku UMKM untuk dibantu promosikan usaha di media sosial . bahkan kita berharap bisa kerja sama dengan Indosat dan Perusahaan mitra Indosat lainnya. Jujur, kami kendalanya di Marketing Digital masih kaku, dan kita butuh di support promosi juga di era digital ini agar usaha juga tetap jalan terus dan tumbuh Bersama IM3 Indosat,” ucapnya,
Berkat dukungan Internet IM3, pesanan Selempang Kontes Yanuar pun semakin bertambah pesanan dari Paguyuban Abang None Jakarta, Paguyuban Kontestan Abang Mpok Kota / Kabupaten Bekasi dan komunitas lainnya. Sering berjalannya waktu, persaingan bisnis selempang ini di Kota Bekasi semakin banyak , karena banyak dimintai. Tetapi kita masih tetap exsis. yang dipertahankan hingga saat ini tentunya adalah menjaga kwalitas dan harga juga terjangkau,
“karena saat ini harga juga bersaing dengan lain. Kita tunjukan kwalitas produksi desain dan jahit sendiri dengan harga yang terjangkau oleh semua intansi tetap terlayani dan puas. Karena Kita tetap fokus dengan layanan dan terus menjaga komunikasi kepada pelanggan melalui Internet IM3 , jika ada model baru, kita promosikan media sosial Instragram, akrena sangat membantu karena lebih banyak membacanya. Kadang juga melalui whatsapp dan email juga.,” tuturnya
Di akuinya, tantangan saat ini diera digital untuk promosi melalui internet. Karena Sebagian orang media sosial IG. Selain itu, dari usahanya yang semakin berkembang banyak pesanan dari seluruh Indonesia, Yanuar dan Istri memiliki jiwa sosial untuk membantu memberdayakan ibu rumah tangga,
”dulu kita punya mesin jahit dan mesin border sendiirm tapi kos semakin mahal. Akhirnya kita saat ini lebih focus bekerjasama dengan para penjahit . Tujuan kita lebih suka membantu jahit oleh ibu-ibu rumahan dan saling gotong royong ,saling membantu, kita ajari ibu-ibu menjahit agar ada pemasukan dan memberdayakan masyarakat untuk dan seklaigus membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan dibidang menjahit,” tutup Sang Istri (redaksi).
Oleh : Aisyahra Mulyawati