KOTA BEKASI,JABAR,Klik INews.com – UPTD Puskesmas Jatimekar Jatiasih telah sukses membuat gebrakan inovasi dengan tema ’PENDEKAR’ (Pemeriksaan Deteksi Dini Usia Produktif Jatimekar), merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan untuk meningkatkan akses dan cakupan deteksi dini faktor risiko kesehatan pada kelompok usia produktif.
Adapun layanan yang disediakan PENDEKAR yaitu pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi serta indeks massa tubuh,Pengukuran lingkar perut untuk mendeteksi risiko obesitas sentral, Pemeriksaan gula darah sesuai indikasi dan kebutuhan skrining, Wawancara atau skrining faktor risiko penyakit tidak menular, edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penyakit, Konseling kesehatan dan arahan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Inovasi layanan Pendekar dimulai sejak tahun 2024. Saat ini rutin kami lakukan dalam sebulan bisa 6-12 kali. Karena sekarang kegiatan PENDEKAR bersamaan dengan kegiatan cek kesehatan gratis pada komunitas sesuai dengan program Presiden RI Bapak Prabowo saat ini. melalui pelayanan Pendekar, kami ingin masyarakat tidak hanya datang ke Puskesmas Jatimekar ketika sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya sejak dini,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Jatimekar,Yetty Ariati,S.SI.T,.M.K.M saat di wawancarai media Klik Inews,Kamis (5/11/2026).
Untuk sasaran utama inovasi PENDEKAR ini adalah masyarakat kelompok usia produktif, yaitu usia 15 sampai dengan 59 tahun untuk lebih detail hasil pemerikasaaan seperti : Hipertensi, melalui pemeriksaan tekanan darah, Diabetes melitus, melalui pemeriksaan gula darah sesuai indikasi, Obesitas dan kelebihan berat badan, melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, berdasarkan hasil pemeriksaan dan faktor risiko yang dimiliki peserta, dan Faktor risiko perilaku, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan kebiasaan merokok.

“dalam inovasi PENDEKAR ini, kami memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan kepada peserta. Melakukan edukasi dan konseling Kesehatan, menganjurkan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas apabila diperlukan, memberikan pelayanan pengobatan sesuai hasil penilaian medis dan standar pelayanan, melakukan pemantauan atau kunjungan tindak lanjut bagi peserta yang membutuhkan,memberikan rujukan apabila terdapat indikasi medis yang memerlukan penanganan di rumah sakit, “jelasnya,
Lebih lanjut kata Yetty Ariati, tidak semua peserta yang ditemukan memiliki masalah kesehatan langsung dirujuk ke rumah sakit. Puskesmas Jatimekar menerapkan sistem pelayanan berjenjang sesuai kondisi dan kebutuhan medis pasien. “tentu, inovasi PENDEKAR diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kegiatan rutin pelayanan promotif dan preventif Puskesmas Jatimekar,” ungkapnya,
Inovasi PENDEKAR ini mendapat sambutan baik dari masyarakat Jatimekar, Kedepan, kata Yetti, Puskesmas akan melakukan beberapa pengembangan, antara lain: Memperluas jangkauan sasaran, dengan meningkatkan kegiatan jemput bola ke lingkungan RT/RW, kelurahan, tempat kerja, komunitas, dan kelompok masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, melibatkan kader kesehatan, PKK, kelurahan, RT/RW, serta berbagai unsur masyaraka, meningkatkan cakupan deteksi dini, khususnya untuk faktor risiko hipertensi,diabetes melitus,dan penyakit tidak menular lainnya.
“tentu saja,dari program Pendekar ini akan terus memperkuat sistem pencatatan dan pemantauan, sehingga masyarakat yang ditemukan memiliki faktor risiko dapat dipantau dan memperoleh tindak lanjut. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, untuk mengetahui capaian, hambatan, manfaat, serta perbaikan yang perlu dilakukan, dan mengintegrasikan kegiatan dengan program ILP dan program pencegahan penyakit tidak menular, agar pelaksanaannya semakin efektif dan berkelanjutan,” tutur Yetty Arati mengakhiri wawancara (red/adv/uptdpuskms/jtmkr).
Penulis Oleh : Ai
Editor : Aisyahra Mulyawati








































