Cedera ACL, 5 Pasien Primaya Hospital Bekasi Timur Setelah Operasi  Tulang Lutut  Bisa  Berolahraga Kembali

KOTA BEKASI, KLIK INews.com –  Semakin  tingginya  animo masyarakat terhadap olahraga, dan  berdasarkan meningkatnya  kasus cedera pada olah raga yang disertai gangguan gerak tubuh atau sistem musculoskeletal yang meliputi gangguan pada tulang, otot, tendon dan Ligamen inilah yang menjadi dasar Primaya Hospital Bekasi Timur melalakukan tes  olahraga kepada 5 pasien setlah melakukan operasi  tulang  lutut.

Dokter  Spesialis Orthopedi Konsultan Sport Injury Primaya Hospital Bekasi Timur dr.Evan,Sp.OT(K),M.Kes,FICS menyebutkan, untuk mendapatkan Fisioterapi dari PSCOC, pasien setelah  cedera ACL  tahap selanjutnya  dilakukan dari  awal pre-rehabilitasi kemudian masuk ke operasi,

“setalah itu kita lakukan Pisioterapi, kapan pasien bisa berolahraga lagi ?. Inilah titik kapan seseorang  yang terkena ACL  bisa aktif berolahraga lagi, kita tes dulu sebelumnya kekuatannya ,kemudian bagaimana  cara dia melompat dan  mendarat, dipersiapkan  sedemikian  rupa supaya dia bisa kuat atau bisa seimbang menghadapi lapangan yang akan mereka main disana,” ucap dr.Evan saat dikonfirmasi klikinews.com, Senin(28/03/22) di Bintang Sport Center, Mustika Jaya, Kota Bekasi

Menurut dr.Evan, proses pemulihan  ini ada lima  pasien setelah operasi dilakukan  tes,setelah perawatan , ada  yang  enam bulan,  delapan bulan ,  bahkan ada yang  satu  tahun. Semua tergantung  dari cedera dan  pase-pase yang mereka lewati . kalua untuk saat ini mereka yang lulus tes olah  raga sudah diperbolehkan aktifitas berolah raga lagi ,

“tapi artinya, kelima pasien ini hanya bisa mengikuti kompetisi  olahraga  persahabatan, bukan main di Liga satu atau Liga dua , itu belum bisa  dulu mengingat  tulang lutut  masih belum terlalu sempurna sehat, di khawatirkan lutut  setelah operasi belum kuat. Masuk berikutnya nanti akan ada tahapan dan mereka bisa berobat jalan untuk menguatkan kembali tulang lutut tersebut,” jelasnya

Diketahui, kelima pasien PSCOC  merupakan atlit dari perusahaan swasta dan aktif dalam olahraga , mereka  mengalami  cedera  lutut saat melakukan aktifitas olahraga. Kehadiran  pelayanan PSCOC  dari Primaya Hospital Bekasi Timur, diharapkan akan menjadi solusi  masyarakat terhadap masalah tersebut.

“cakupan pelayanan PSCOC di Primaya Hospital Bekasi Timur  memberikan pelayanan secara menyeluruh untuk masalah musculatoskeletal ,baik tanpa operasi dan dengan operasi,” tutur papar dr.Evan.

Disampaikan  pasien bernama Kevin  merupakan Karyawan Swasta, kesan dan kesannya  sebelum operasi, bagi mereka   sangat prustasi , karena biasanya satu minggu  sekali rutin berolahraga, harus merasakan kesakitan di Lutut . Pas kena cedera langsung datang konsultasi ke dr.Evan, rehabilitas, lanjut operasi, dan  pemulihannya cukup lama .

“perkiraan saya  direhabnya  enam atau  sembilan bulan, ternyata saya cukup lama satu  tahun, selalu di kontrol dr.Evan. karena  kasusnya lutut saya saat berolahraga keputar ,trus saat itu saya tidak  bisa berdiri dan tegak lurus. Dengan  dites  olahraga ini  yang dibimbing  oleh dr.Evan dan Tim,  bagi saya senang sekali dan semangat lagi , karena  sudah satu  tahun tidak  menginjak  rumput lapangan lagi , apa lagi biasa bermain futsal,” tutur Kevin,

Demikian disampaikan Pasien kedua Cristian, Bagi atlit, cedera ACL bisa berarti mimpi buruk. Sebab, setelah operasi ACL, masih harus menjalani rehabilitas di Sport  Clinic,  atau fasilitas lain yang mendukung. Pemulihan ini memakan waktu lama sehingga harus  melewatkan banyak pertandingan atau turnamen.

“saat itu saya mengalami cedera saat melakukan Ligamen Bulu Tangkis , lutut saat itu ada yang sobek, saat konsultasi, sama halnya dengan Kevin, saya merasa prustasi karena harus di operasi, saat ini saya sepertinya berfikir lama lagi untuk pemulihan sembuh total kembali.

“proses  rehab saya hanya satu  bulan  dan  sempat merasakan sakit karena disedot,dan bengkaknya surut, tapi saat berobat jalan tetap tidak nyaman untuk berjalan. Khirnya saya konsultasi ke dr.Evan dan dilakukan beberapa proses pengobatan dan tindakan operasi,  ahirnya  hari ini bisa sembuh kembali dan bisa berolah raga lagi ,” jelas Cristian (asm).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *