Komisi DPR RI VI  Minta, Pemerintah  Harus  Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Di Bulan Puasa dan Lebaran

KOTA BEKASI, KLIK Inews.com – Memasuki bulan puasa Ramadhan dan dilanjut dengan hari raya Idul Fitri. Pemerintah harus benar-benar menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, dengan harga yang terjangkau. Saat ini kita dalam masa pemulihan dalam sektor ekonomi, tentu kemampuan keuangan masyarakat masih belum memadai.

“jadi kita harus bantu masyarakat, dengan mejaga ketersediaan bahan pokok dengan harga yang kalau bisa murah,” ucap Anggota Komisi DPR RI – Fraksi PKS, Mahfudz Abdurahman saat di konfirmasi Klik Inews, Sabtu (02/03/22).

Lebih lanjut kata Mahfudz, menyaksikan silih berganti kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat, dari Kedelai, Telur, Gula, dan yang masih baru saja terjadi. Kelangkaan minyak goreng.

“masyarakat sampai antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan minyak goreng 1 atau 2 liter. Ini tentu Ironi, di negara penghasil CPO. pemerintah pun kewalahan dalam menangani persoalan tersebut, kebijakan tidak berjalan baik di lapangan. Sampai saat ini pun masih belum jelas apa penyebab utama kelangkaan minyak goreng itu,”jelasnya.

Berbulan-bulan masyarakat dihadapkan dengan keluhan pedagang dan masyarakat bahwa minyak goreng sulit ditemui di pasaran.

“ini tentu menjatuhkan wibawa negara dalam hal ini pemerintah dipublik saya agak kurang bisa menerima alasan dan argument pemerintah, karena langkah mitigasi dengan beragam regulasi tidak jalan. ini saatnya pemerintah membuktikan bahwa mampu menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang puasa Ramadhan, yang masyarakat akan mengkonsumsi lebih banyak,jangan lagi ada kelangkaan,”jelas Anngota Komisi DPR RI Dapil Kota Bekasi – Kota Depok,

Khususnya yang harus jadi perhatian adalah ketersediaan daging sapi dan ayam. Yang saat ini sudah mulai naik harganya, bahkan harga daging sapi sudah mencapai 150 ribu rupiah per kilogram. pemerintah harus serius mengendalikan pasokan dan harga, jangan lengah siapkan Operasi Pasar jika diperlukan, khususnya di wilayah yang mengalami kelangkaan.

“kita tidak boleh main-mainperan regulasi dan pengawasan harus berjalan seiring sejalan, jangan sendiri-sendiri, apalagi terkesan saling menyalahkan. data dan informasi ketersediaan pasokan harus selalu up to date atau terkini. segera direspons jika ada informasi ketersendatan pasokan, agar tidak menjadi langka, jangan ada permainan harga dan pasokan, semua pihak harus mengawasai jalur distribusi bahan pokok,

Komisi VI terus memantau kinerja pemerintah di lapangan, apakah sesuai dengan yang disampaikan di Rapat Komisi VI. khusus kepada Kementerian Perdagangan, sebagai pemangku kepentingan utama terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Tidak boleh lengah dan harus terus menjaga koordinasi dari hulu ke hilir. kelangkaan bahan pokok harus kita hentikan, apalagi sudah mahal dan langka, tidak boleh.

“mari kita berupaya memberikan ketenangan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, dengan menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan harga yabg terjangkau, dan kita bekerja keras dan cerdas untuk mewujudkannya,” tutup Anggota Komisi VI ini (asm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *