KOTA BEKASI, KLIK INEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) pusat PDI Perjuangan bersama DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi,terus mengedukasi masyarakat, khususnya dalam mencegah Stunting bertempat di Alun- Alun Kota Bekasi.
Panitia juga menyiapkan sejumlah tenda pemeriksaan seperti penimbangan bayi, pemeriksaan ibu dan anak serta pemeriksaan kesehatan umum. Semuanya diberikan PDI Perjuangan Kota Bekasi secara gratis.
Ketua Panitia Sekaligus Bendahara Baguna DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi , Anastasia Puji Rahayuningtyas mengatakan, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan pra nikah penting dilakukan untuk mengantisipasi penyakit menular dari ancaman stunting. Berikutnya saat hamil, ibu-ibu muda ini biasanya mengalami mual sehingga tidak mau makan. Padahal makan itu penting, buat ibu dan calon bayi.
“Kami dari tim Baguna PDI Perjuangan Kota Bekasi, dalam hal ini akan terus bergerak di 12 kecamatan di Kota Bekasi,dan peduli akan kesehatan ibu hamil dan anak – anak tumbuh kembang, tunggu saja gerakan kami setiap minggunya akan ada kegiatan sosial untuk menyapa masyarakat,” ungkap Anastasia Puji Rahayuningtyas saat dikomfimasi media.![]()
Menurut wanita yang akrap disaja Puji, ini penting untuk mencegah Stunting, bagaimana memberikan asupan terbaik buat buah hati – hati. mengingatkan pemberian asupan makanan yang baik, sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
“Keberadaan lembaga kebencanaan Baguna PDI Perjuangan memiliki peran penting untuk terus mengedukasi masyarakat dalam mencegah Stunting. Meskipun di Kota Bekasi kasusnya mulai turun tapi kita tetap mengingatkan bahaya stunting. Jadi Baguna tidak saja tanggap bencana alam tapi juga tanggap bencana sosial,”jelasnya.
Baguna PDI Perjuangan berkesempatan mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan ibu dan anak dengan makan yang bergizi dan olahraga yang cukup. Dalam hal ini, PemerintahbKota Bekasi pun terus berupaya menekan zero stunting. Dan Alhamdulillah saat ini per September kemarin kita diangka 3,9 persen. Padahal di 2021 kita diangka 7,9 persen (sah).