Wamenaker :Ribuan WNI Pindah Kewarganegaraan Singapura,Jadi Tantangan Pemerintah RI Untuk Tingkatkan Kompetensi SDM

JAKARTA, KLIK Inews.com – Menyoroti ribuan mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpindah kewarganegaan ke Singapura,Pengamat Hubungan Internasional Central China Normal University (CCNU), Wuhan, Tiongkok Ahmad Syaifuddin Zuhri menilai fenomena emigrasi WNI bukanlah fenomena baru.

Menurutnya, dalam hal ini WNI menjadi warga negara Singapura harusnya bisa menjadi perhatian bagi Pemerintah Indoneisa. Fenomena ini terdapat sederet alasan yang melatarbelakangi, seperti kesempatan berkarir yang lebih menjanjikan dan kesempatan mengembangkan keilmuan yang lebih terbuka di Singapura,

“hal iIni cukup merisaukan dan mengancam Indonesia dengan proyeksi Indonesia emas di tahun 2045- ,  yang akan menghasilkan generasi berbakat dan sebagainya. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kita di Indonesia,” jelas Pengamat Hubungan Internasional Central China Normal University Wuhan, Tiongkok Ahmad Syaifuddin Zuhri kepada media,

Ditempat terpisah, Wakil Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia,Afriansyah Noor mengungkapkan, apa yang dismapaikan diatas, ribuan mahasiswa sebagai SDM Indonesia  berpindah WNI menjadi warga negara Singapura harusnya bisa menjadi perhatian bagi Pemerintah Indoneisa.

“kondisi secara global maupun secara nasional saat ini, menghadirkan tantangan untuk pemerintah, serta peluang dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Salah satu tantangan  tersebut adalah, bonus demografi yang apabila tidak dimanfaatkan dengan baik akan menjadikan Indonesia negara yang tua dan miskin.  Oleh karena itu, pelatihan vokasi menjadi solusi tepat percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang terampil,” ucap Wamenaker Afriansyah Noor dalam rilisnya melalui Biro Humas Kemnaker Ri di Jakarta.

Wamen Afriansyah mengatakan, dalam meningkatkan kompetensi berdasarkan suatu keunggulan, peran pelatihan vokasi dapat menjadi solusi dari rendahnya daya saing angkatan kerja di era digitalisasi dan mismatch lapangan kerja pada masa pemulihan ekonomi karena dampak pandemi COVID-19.

“untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, Kemnaker telah menerapkan konsep Triple Skilling yakni, Skilling, Up-Skilling dan Re-Skilling yang memiliki sasaran, tujuan, serta outcome berbeda dari setiap kegiatannya.  Keahlian merupakan hal paling penting bagi angkatan kerja. Dengan adanya keahlian mereka dapat memproteksi diri mereka sendiri,” ucap Afriansyah.

Selain itu, dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan produktivitas tenaga kerja di daerah, Wamen Afriansyah meminta para stakeholders agar bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) milik Kemnaker untuk bersama-sama menyiapkan SDM Indonesia yang kompeten. “Saya harapkan kita semua, dapat lebih siap untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM Indonesia,” tuturnya (red/sam).

 

 

 

 

 

 

 

 

Fenomena ribuan mahasiswa Indonesia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) berpindah menjadi warga negara Singapura. Hal ini  menjadi perbincangan yangs edang viral di tengah masyarakat. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkuham) mengungkapkan sebanyak 3.912 WNI tercatat pindah jadi warga negara Singapura.

Angka kepindahan status kewarganegaraan tersebut terhitung dalam rentang tahun 2019-2022. Dari data yang dihimpun Kemenkumham, tren WNI berpindah menjadi warga negara Singapura selalu meningkat. Mulai dari 2019 tercatat 940 orang, 2020 sebanyak 811 orang, 2021 sebanyak 1070 orang, dan 2022 sebanyak 1091 orang.

Menyoroti hal tersebut, Pengamat Hubungan Internasional Central China Normal University (CCNU), Wuhan, Tiongkok Ahmad Syaifuddin Zuhri menilai fenomena emigrasi WNI bukanlah fenomena baru. Meski begitu, angka imigrasi yang terus meningkat,

“dalam hal ini WNI menjadi warga negara Singapura harusnya bisa menjadi perhatian bagi pemerintah.  Fenomena ini tidak hanya terjadi sekarang saja, tiap tahun WNI ada yang berpindah warga negara Singapura,” ungkap Zuhri kepada media, Senin (17/07/23).

Menurutnya, fenomena emigrasi tidak ujug-ujug terjadi. Terdapat sederet alasan yang melatarbelakangi, seperti kesempatan berkarir yang lebih menjanjikan dan kesempatan mengembangkan keilmuan yang lebih terbuka di Singapura,

“hal iIni cukup merisaukan dan mengancam Indonesia dengan proyeksi Indonesia emas di tahun 2045- ,  yang akan menghasilkan generasi berbakat dan sebagainya. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kita di Indonesia,” jelas dia.

Fenomena ini menjadi fenomena tersendiri bagi WNI yang pernah merasakan kuliah dan mengembangkan kelimuannya di luar negeri. WNI yang pernah merasakan kuliah di luar negeri lalu ketika mau kembali pulang, “apalagi kalau dengan ilmu yang masih cukup langka di Indonesia, memang berpotensi lebih bisa berkembang di luar negeri,” ujarnya.

Zuhri menilai tren emigrasi yang terus meningkat menjadi momen kontemplasi bagi pemerintah untuk membenahi beberapa sektor, termasuk ketenagakerjaan.  Sehingga sarana fasilitas ataupun bagaimana caranya talenta yang punya potensi itu bisa kembali dengan difasilitasi atau memiliki ruang yang besar ketika kembali ke dalam negeri,

Dia menduga minimnya apresiasi terhadap sumber daya manusia (SDM) lulusan luar negeri, cenderung membuat mereka memilih pekerjaan di luar negeri dibandingkan di industri lokal. Ini menjadi  tantangan besar bagi pemerintah adalah, bagaimana caranya talenta ini diberikan ruang gerak atau tempat untuk pengembangan karir mereka.

“Ini juga tantangan bagi kita, karena tidak semua fasilitas kita sediakan seperti yang ada di luar negeri dengan minimnya dana infrastruktur dan juga minimnya penghargaan orang yang pernah kuliah di luar negeri. Pada akhirnya, banyak yang berpikir kalau kuliah  di luar negeri,  sudah susah tertanya di dalam negeri hanya dapat segini, atau birokrasinya yang seperti ini, akhirnya banyak yang berpikir kalau bisa berkarir di luar negeri, bisa mengembangkan potensi, kenapa tidak?” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *