KOTA BEKASI,KLIK Inews.com – Sosialisasi mengenai anak berkebutuhan khusus terus dilakukan berbagai komunitas, sekolah mau lembaga swadaya masyarakat lainnya guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan individu autisme. Berbagai kegiatan berupa seminar, workshop, penggalangan donasi maupun festival seni bagi anak-anak autisme pun diadakan secara berkala. Pada tanggal 26 – 27 Juli 2023 di Kantor Cagar Foundation, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dalam penyelenggaran event, melalui observasi serta wawancara terhadap pengurus Rumah Autis ditemukan beberapa kendala yang dihadapi yaitu pemahaman terkait perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam melaksanakan suatu event serta kurangnya edukasi terkait manajemen risiko dalam penyelenggaraan suatu acara.
“Dengan latar belakang tersebut, guna meningkatkan kualitas kegiatan dan terus memperbaharui pengetahuan tentang management event maka LSPR memberikan pelatihan mengenai management event,” ungkap Pelaksana Managemen Event LSPR, Emiliya Setiyaningtyas saat dikonfirmasi klikinews.com, Jumat (04/08/23).
Dua puluh peserta yang turut serta merupakan pengurus dan tenaga pendidik atau guru dari Rumah Autis, dimana mereka juga berperan sebagai panitia dan kepengurusan dalam menyelenggarakan event atau acara. Pelatihan ini menghadirkan empat pembicara dengan empat topik yang berbeda. Anita Yunia menyampaikan materi mengenai Merancang Proposal dan TOR Event, Emilya Setyaningtyas menyampaikan materi mengenai Pelaksanaan Event. Pembicara ketiga adalah Aprida M. Sihombing, mengenai Pentingnya Publikasi dan Dokumentasi Event, serta Wulan Yulianti, menyampaikan topik Evaluasi Event sebagai Indikator Kesuksesan Suatu Event.
Metode pembelajaran sangat beragam dan interaktif. Pemateri menyampaikan materi, diskusi, menyampaikan studi kasus, serta dalam setiap kegiatan peserta juga diarahkan untuk praktik. Gambaran iptek yang dilakukan, yaitu pre-test mengenai manajemen event, manajemen resiko event, menyusun proposal, dan evaluasi event. Kemudian dilakukan post-test terhadap peserta program edukasi manajemen event.
“Diharapkan dengan adanya perencanaan yang matang, edukasi yang tepat, informasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui event dapat disampaikan secara terarah, terukur, dan tepat sasaran,” tutur Emilya Setyaningtyas
Direktur Rumah Autis Henny menyampaikan,banyak sekali ilmu yang kita tidak tahu bahwa untuk menyiapkan satu event ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. “Melalui pelatihan ini, alhamdulillah dapat pengetahuan baru yang mudah – mudahan nanti dapat diterapkan untuk event selanjutnya,” ucap Henny.![]()
Direktur Sekolah Sakura, Lutfi menambahkan,banyak ilmu yang didapat, baik dari pre event, pelaksanaan maupun post event. “Ilmu ini akan saya terapkan di lembaga. Harapan saya pelatihan seperti ini dapat dilaksanakan secara reguler dan LSPR memberikan banyak kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia.” jelasnya
Rumah Autis merupakan salah satu lembaga yang berada di bawah naungan Cagar Foundation. Hadir menjadi lembaga sosial yang menangani anak autisme dan anak berkebutuhan khusus dari keluarga prasejahtera. Rumah Autis kini memiliki 7 cabang di wilayah Jabodetabek, Karawang dan Bandung, dan menangani lebih dari 200 anak. Lembaga ini kerap memberikan layanan gratis untuk keluarga miskin. Seluruh biaya operasional dan peralatan sederhana Rumah Autis diperoleh dari kemurahan hati para Donatur. “Setelah mengikuti pelatihan ini , saya lebih memahami bagaimana menyiapkan suatu event dan saya akan meregenerasikan ilmu yang saya dapat ke teman2 saya dari donasi barang,” ujar PIC Donasi Barang, Orlando(red/sah).