dr.Rizky Andriani: Bahayanya Partikel Debu Penyebab ISPA Akibat Polusi Udara Musim Kemarau, Ini Penanganannya !

KLIKINEWS.COM,KOTA BEKASI – Pada musim kemarau 2023, kasus Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) tercatat mencapai sekitar 14 ribu kasus per hari. 

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Imran Pambudi. “Di musim  kemarau saat ini, kasus ISPA, yang jelas kita melakukan pemantauan harian. Di Jabodetabek ada sekitar 14 ribuan kasus tiap hari. Kondisinya dibandingkan tahun lalu jelas lebih tinggi,” kata Imran Pamdudi kepada media.

Primaya Hospital Bekasi Timur (poto /aisyahra )

Di tempat terpisah, Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi Timur, dr.Rizky Andriani,Sp.P, FAPSR menanggapi, terkait kasus ISPA harus diketahui terlebih dulu ISPA Akut itu seperti apa. Baik bagian saluran pernapasan atas maupun bagian bawah yang bisa disebabkan oleh berbagai jenis iritan atau agen biologis seperti misalnya bakteri, virus, atau jamur.

“Sedangkan penanganan infeksi sebenarnya harus eleminasi sumber penyakitnya dulu. Apabila sumbernya adalah infeksi agen biologis seperti misalnya bakteri, kita berikan antibiotik. Tapi kalau sumber infeksinya adalah akibat peradangan zat-zat  iritan, ya zat iritannya  yang harus kita singkirkan. Iitu penanganan utamanya,” kata  dr.Rizky Andriani,Sp.P, FAPSR saat di wawancara KlikInews di ruang praktiknya, Primaya Hospital Bekasi Timur,Selasa (03/10/23).

Lebih lanjut kata dr.Rizky Andriani menyampaikan, pada kasus ISPA yang ditanganinya selama ini pada musim kemarau, karena dampak polusi udara yang kurang baik. Paling sering masyarakat saat melakukan aktivitas di luar misalnya mengisap asap rokok saat berada di suatu tempat atau lingkungan tertentu, atau asap kendaraan zat -zat buangan kendaraan bermotor harus dihindari.

“Selama ada sumber menyebab ISPA, penanganannya tidak akan maksimal. Dan untuk penanganan selanjutnya, kita harus menanyakan kepada pasien  yang datang ke Primaya Hospital Bekasi Timur, keluhannya apa. Rata – rata keluhan dari pasien sangat bervariasi dari pasien ke pasien. Misalnya hanya tenggorokannya gatal atau sakit jika menelan makanan, keluhan batuk yang sudah berdahak atau pilek. Kalau sudah keluhannya ke arah sesak nafas atau dadanya terasa nyeri, itu tergantung pada keluhannya. Itu kita berikan terapinya sesuai gejalanya masing – masing,” jelasnya.

Bahayanya Partikel Debu Di Musim Kemarau 2023. Primaya Hospital Bekasi Timur Gerak Cepat Tangani Pasien gejala ISPA

Terkait saat ini musim kemarau panjang dan cuaca cukup ekstrem panas, menurut dr.Rizky, pengaruhnya kurang baik untuk kesehatan. Kalau suhu tinggi sebenarnya pengaruh kepada arah kelembaban udara, kalau suhu tinggi pengaruh pada pasien biasanya memicu, jadi reaksi bisa alergi gampang batuk – batuk, jadi sesak napas pada pasein yang memiliki penyakit  paru kronik seperti Asma dan PPOK. “Jadi mereka sangat sensitive dengan perubahan cuaca yang terlalu ekstrem ini, entah dia terlalu panas atau terlalu kering atau terlalu dingin,” ujarnya.

Di Primaya Hospital Bekasi Timur sendiri , penanganan kepada pasien dalam keluhan penangannya sangat luas terkait dari pasein yang berbedda -beda. Ada alergi, atau terlalu sensitive, “kita kasih obat untuk menurunkan peradangan. Entah bisa dalam bentuk tablet, sirup atau racikan atau In Healer yang disemprotkan ke dalam mulut dan dihisap masuk saluran pernapasan,” tuturnya.

Menurutnya, kalau misalkan  penanganan anti virus, tidak berikan antibiotik tapi diberikan vitamin untuk meningkatkan imun tubuh. Kalau penyebabkan jamur, diberikan obat antijamur.

“Untuk saat ini, keluhan nomor satu dari pasien yang berobat kebanyakan batuk kering dan berdahak. Hal ini juga bisa efek dari udara panas. Yang kedua sesak napas , kalau sudah parah napasnya berbunyi. Biasanya kita kasih obat mengurangi sakit sesak napas seperti obat racikan, tablet, atau semprotan,” bebernya.

Dari data bulan September 2023, jumlah pasien yang datang karena memang ada pasien yang rutin untuk kontrol sudah berobat rutin efek penyakit parunya yang sudah kronis, itu biasanya ada beberapa kali kontrol dan ngeluh batuknya ada lagi, disertai filek. Tapi mayoritas pasien datangnya ke IGD kalau untuk paru. Ada peningkatan pasein ke IGD dengan keluhan -keluhan pernafasan ,paling sering sesak nafas dan batuk tak berhenti. Tidak harus sakit.

“Karena cuaca lagi kemarau, ada banyak  partikel debu, rata-rata debu banyak berterbangan lebih  tinggi di udara yang kering terbawa oleh angin menyebar kemana- mana, entah masuk ke dalam ruangan menyebabkan polusi atau terbawa ke dalam melalui sirkulasi udara. Jadi sirkulasi udara berpengaruh sekali untuk kesehatan tubuh kita. Berbeda dengan musim hujan, biasanya kita tertolong dengan air hujan, jadi air hujan itu menangkap partikel-partikel debu dan bakteri , asap rumah, jadi lembab tidak terlalu bahaya untuk kesehatan ,” tuturnya (red/sam).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *