BUTTMKP Ekspos Inovasi SIMPATIK Untuk Pengembangan Kompetensi SDM Badan Karantina Indonesia KUAT

KLIKINEWS.COM,BEKASI – Untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan  kompetensi pejabat karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Balai Uji Terap Teknik Dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) dibawah Kementrian Pertanian Republik Indonesia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Sistem Manajemen Pelatihan Karantina (SIMPATIK) dengan tujuan dalam meningkatkan komptensi Pejabat terkait.

Dalam arahannya membuka acara,Kepala BUTTMKP, Raden Nurcahyo Nugroho menyampaikan,bahwa Sistem Manajemen Pelatihan SIMPATIK dapat mengatasi berbagai tantangan dan perubahan  sehingga memerlukan adaptasi teknologi.

“Dalam pelatihan ini, Karantina akan menjadi lebih efisien, transparan,adaptif sehingga menjadikan Barantin Kompeten, Unggul, Amanah, Tangguh, dan KUAT,” ungkap Raden Nurcahyo Nugroho kepada klikinews, Selasa (07/11/2023).

Hadir sebagai narasumber dalam FGD ini antara lain Bambang Budhianto dari BBPMKP Ciawi, Amelia Sabrina dan Danang Dwi Cahyono dari LAN, “Masing masing menyampaikan materi mengenai penerapan Learning Manajemen System(LMS) dan peningkatan kompetensi Suber Daya Manusia (SDM),” jelasnya.

FGD berlangsung secara luring dan peserta yang hadir  antara lain  dari BBKIPM Jakarta, BBKP Tanjung Priok, BBKP Soekarno Hatta, BBUSKP,BBPMKP Ciawi, Universitas Padjajaran, IPB University,  Universitas Terbuka, Puslatan.

Setelah paparan dari narasumber, draft SIMPATIK dan ekspos aplikasinya disampaikan oleh tim kerja PKN BUTTMKP, Mazdani Ulfah Daulay, Nurul Dwi Handayani, Bagus Nanang, dan Mustopha Ahad. “Seluruh narasumber dan tamu FGD yang hadir memberikan apresiasi tinggi dengan inovasi SIMPATIK berbasis LMS yang telah dibuat oleh BUTTMKP. Harapannya, Inovasi SIMPATIK ini bermanfaat,” ujar Raden.

Acara ini berakhir dengan kesepakatan untuk terus mengembangkan SIMPATIK. Diharapkan bahwa dengan adopsi LMS melalui SIMPATIK, sistem manajemen pelatihan (red/sam).

 

                         

Penulis : Aisyahra Mulyawati

Editor  : Sam  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *