Libatkan SDM Disabilitas Produktif Lengkapi Kain Nusantara,Batik Sasambo NTB Meriahkan Pertamina SMEXPO 2023

KLIKINEWS.COM, JAKARTA –  Kain Sasambo merupakan batik khas  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan motif yang kental akan budaya adat Lombok-Sumbawa serta flora dan fauna, seperti rumah sasak, bambu, bunga dan bintang laut. Tak seperti tenun dan kain daerah lain yang mempunyai sejarah panjang, umur kain batik Sasambo terbilang masih muda karena baru diperkenalkan ke publik satu dekade lalu tepatnya pada 17 April 2010.

Indonesia kaya akan kebudayaan, satu daerah memiliki karya unik yang berbeda dari daerah lainnya. Salah satunya kain khas, di mana Jawa memiliki kain batik, Sumatera dengan kain songketnya, sementara NTB memiliki kain Sasambo yang tak kalah uniknya.

UMKM Batik Sasambo khas Lombok produk unggulan binaan Pertamina yang telah sukses melibatkan SDM para penyandnag disabilitas dalam mengukir Sejarah, agar penyandang disabilitas tetap bisa produktif dan berkarya hingga bisa menembus pasar internasional yang saat ini hadir di Event Pertamina SMEXPO 2023 di Gandaria City Mall Jakarta Selatan 31 Oktober – 5 November 2023

“UMKM Batik Sasambo khas  Lombok NTB ini merupakan produk unggulan binaan Pertamina yang telah sukses melibatkan SDM para penyandnag disabilitas dalam mengukir  Sejarah, agar penyandang disabilitas tetap bisa produktif dan berkarya hingga bisa menembus pasar internasional yang saat ini hadir di Event Pertamina SMEXPO 2023 di Gandaria City Mall Jakarta Selatan ,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso kepada media, Sabtu (04/11/2023).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso

Sebagai pecinta kain khas nusantara, tak lengkap rasanya jika kita belum memiliki batik Sasambo. Bagi Anda yang penasaran ingin melihat, merasakan unik, dan keindahan kain batik ini, Pertamina akan membawa batik Sasambo ke Pertamina SMEXPO 2023, di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Pameran kerajinan produk UMKM binaan Pertamina  hadir  dari tanggal 31 Oktober hingga Minggu, 5 November, dengan ribuan produk karya bangsa Indonesia.

“Pertamina SMEXPO tahun 2023 merupakan gelaran yang keempat kalinya dipersembahkan khusus untuk UMKM Indonesia, SMEXPO menjadi salah satu ajang kebanggaan Pertamina untuk mengenalkan produk unggulan para UMKM binaan kami. Diharapkan melalui ajang ini, masyarakat dapat merasakan produk berkualitas dan unik produksi dalam negeri,” tutur Fadjar.

Walaupun masih muda, kain batik Sasambo memiliki yang merupakan produk UMKM unggulan binaan Pertamina ini memiliki cerita dan filosofi mendalam, yakni merupakan perlambang persatuan, kerukunan, dan kebersamaan dari tiga suku besar yang mendiami NTB, yakni suku Sasak di pulau Lombok, Samawa serta Mbojo di pulau Sumbawa.

“Secara literasi, Sasambo merupakan akronim atau singkatan dari ketiga suku yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo. Sehingga, setiap suku ini memiliki persatuan dan melestarikan penggunaan Batik Sasambo sebagai batik khas NTB. Selayaknya kain nusantara, batik Sasambo juga mempunyai motif khas dan keindahan unik, mengangkat kehidupan sehari-hari Masyarakat,” ungkap Owner  Batik Sasambo Sagana,Lombo,NTB , Kusman Jayadi.

Owner Batik Sasambo Sagana,Lombo,NTB , Kusman Jayadi (tengah baju batik ) Dengan Semangat Libatkan SDM penyandang Disabilitas & melatih membuat Batik agar tetap produktif berkarya menembus pasar internasional di Event Pertamina SMEXPO 2023.

Batik Sasambo memiliki empat motif utama, yakni mada sahe (mata sapi), kakando (tunas bambu), dan uma lengge (rumah adat). Selain itu, motif gerabah, kakangkung, mutiara, dan lainnya. Warna merah sebagai energi, semangat, dan keberanian dalam menempuh kehidupan.

“Warna kuning melambangkan kebahagiaan dan menarik perhatian, sedangkan warna biru adalah peruntungan yang baik, optimisme, cinta, dan kedamaian. Sementara warna hijau melambangkan kesuburan, daya tahan, keseimbangan, dan persahabatan,

Sebagai karya kebanggaan NTB, batik Sasambo masih diproses dengan menggunakan teknik tradisional. Keahlian tangan sang perajin dibutuhkan untuk membuat pola, motif, dan warna pada batik Sasambo. Kain ini ditenun terlebih dulu, setelah itu baru melalui proses pewarnaan melalui potongan besi yang ujungnya telah dipanaskan. Ujung besi ini ditempel pada kain untuk melepas bahan lilin sebagai pemisah warna di batik sasambo,” tutur Kusman (red/sam).

 

 

Penulis  : Aisyahra  Mulyawati

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *