Miris Dengan 10 Juta Gen z Indonesia Menganggur :Institut STIAMI Dukung Pemerintah Cetak Gen Z Menjadi Entrenpreneur Muda

JAKARTA, Klikinews.com – Ditengah gemburan berita yang sedang viral saat ini, sebanyak 9,9 juta atau nyaris 10 juta anak muda usia 15-24 tahun di Indonesia masih menganggur, tidak sedang bekerja atau pelatihan. Diakui  oleh  Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah,  saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

“Banyaknya generasi z yang menjadi pengangguran, karena mereka masih dalam tahapan berproses mencari pekerjaan. Kementrian ketenagakerjaan mencatat, penyumbang angka pengangguran terbanyak di Indonesia adalah lulusan SMK, yakni sekitar 8,9%,” ungkap Mentri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah kepada media

Hal tersebut mendapat respon baik dari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami , untuk menjawab tantangan tersebut, Institut  Stiami  berkolaborasi  dengan berbaagai pihak antara mahasiswa dan pelajar tingkat SMA/SMK/MA/Sederajat menyelenggarakan Festival Enterpreneur STIAMI 2024 dengan tema ‘Become a Creative Entrepreneur. Kegiatan ini merupakan implementasi dari proses perkuliahan  kewirausahaan managemen Bisnis STIAMI, menampilkan produk-produk yang dibuat langsung oleh generasi muda baik mahasiswa, maupun siswa dari SMA dan SMK

“Festival ini bertujuan untuk mendukung gen z, para mahasiswa dan siswa SMA/SMK  ini setlah lulus bisa tetap produktiv  sebagai  entrepreneur  muda dan tidak perlu mencari pekerjaan lagi.   Hal ini juga, sebagai  bentuk  Implementasi Institut Stiami  lebih siap lagi  bisa membantu  program Pemerintah dalam mencetak wirausaha-wirausaha muda yang baru lulusan Institut Stiami,” ungkap Rektor Institut Stiami, Dr.Euis Komalawati, kepada klikinews.com, Rabu (29/05/2024).

Ditempat yang sama, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Institut Stiami, Teguh Santoso menambahkan, terkait Gen z Indonesia  setelah lulus SMA/SMK masih banyak menggur.  Upaya dari Institut Stiami dalam festival Enterpreneur ini mendorong gen z agar bisa lebih fokus  dalam mengembangkan usahanya, sehingga  para mahasiswa dan siswa SMA/SMK setelah lulus, melalui  dapat  penciptakan lapangan kerja bagi yang membutuhkan,

“kita memang diusahkan  lulusan dari Institut Stiami menjadi enterpreneur. Salah satunya dapat menyalurkan bakat-bakat terpendam untuk menjadi enterpreneur , jadi harapan kami, lulusan gen z Stiami  bisa menjadi  enterprenur dan membuka lapangan pekerjaan.

“Dengan harapan  diigelarnya festival  enterterpreneur dapat membantu mahasiswa Stiami dan siswa SMA/SMK/MA/Sederajat yang sebenarnya mereka memiliki produk, untuk kita bantu up lagi dalam memasarkan produknya, dan  untuk mendapatkan relasi, menambah  wawasan lagi relasi dan mendapat customer  baru, khususnya bagi mahasiswa bisa langsung terjun kelapangan untuk dapat mengimplementasikan  mengasal  imu managemen bisnisnya,” jelas Teguh Santoso,

Adapun dukungan dari Institut Stiami kepada generasi muda , agar lebih kreatif lagi mengembangkan bisnisnya. Saat ini diera digital,  Institut Stiami  terus membekali pelatihan para mahasiswa di dunia Enterpreneur  dengan berbasis digital , seperti entrepreneur ini mereka bisa memasarkan produknya melalui digital, maupun pembayrannya pun saat ini sudah menggunakan uang digital QRIS, Gopay, dan lainnya.

“Untuk pemasarannya, mereka juga bisa membuat konten produk untuk dijual melalui media sosial dan produknya bisa lebih di kenal oleh Masyarakat, promosinya lebih kuat. Kebanyakan gen z  dalam berwirausaha malu, disini kami juga mendorong  anak-anak muda lainnya, khusunya untuk adik-adik di SMA dan SMK, agar tidak malu lagi dalam berwirausaha dan berjualan. Apa lagi saat ini banyak berjualan melalui konten kreatir di TIK TOK  kebanyakan gen z, kita ambil dari fenomena itu lebih tepat, usahanya tetap produktiv,” tuturnya (red).

 

 

 

Oleh : Aisyahra Mulyawati 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *