JAKARTA,Klikinews.com – Sebagai pengabdiannya pada masyarakat , Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta yang tergabung dalam Ruang Belajar Untuk Cilincing (RUNCING ),Peduli Pendidikan Sekolah di Utara, sebuah lembaga pendidikan non-formal yang berada di bawah jembatan penghubung Cilincing dan Marunda,Jakarta Utara telah menjadi harapan bagi 90 anak usia 3 hingga 12 tahun sejak didirikan pada tahun 2020.
Ketua Hubungan Masyarakat, Media, dan Kemitraan RUNCING,Muhammad Febriansyah Litawan mengatakan, Sekolah Di Utara muncul atas ide seorang mahasiswa dan ibu rumah tangga yang berdedikasi tinggi terhadap Pendidikan.
“Sekolah ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang menghadapi hambatan untuk mengenyam pendidikan formal,” kata Muhammad Febriansyah Litawan , saat di konfirmasi klikinews, Senin (08/07/24).
Lebih lanjut kata Febriansyah , selama beberapa tahun terakhir, kondisi bangunan semi permanen Sekolah Di Utara terlihat memprihatinkan. Pintu dan jendela yang rusak membuat debu jalanan masuk ke dalam ruang belajar, sehingga lingkungan tempat belajar menjadi tidak sehat untuk anak-anak. Rak buku dan karpet yang berdebu semakin memperburuk kondisi tersebut.
“Menyadari keadaan ini, mahasiswa LSPR menggagas program bantuan RUNCING dari bulan Mei hingga Juni 2024 terkumpul ratusan buku, yang merupakan program relawan ajar dan donasi yang diinisiasi oleh mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR bekerja sama dengan Sekolah Di Utara,” jelas Febri.
Adapun program pengajaran dan donasi ini hadir dari adanya mata kuliah Community Development yang mengutamakan Sustainable Development Goals (SDG’s). Dan bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi anak-anak di Kampung Baru Nelayan Cilincing. Program ini dimulai dengan survei menyeluruh di RW 08 Kampung Baru Nelayan Cilincing.
“Survei tersebut mengungkapkan masalah seperti sanitasi yang tidak memada. Dan akses yang tidak merata terhadap pendidikan formal untuk anak-anak dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama, yang mendorong pembentukan program RUNCING Bersama rekan-rekan mahasiwa,” ujarnya (red).