BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Berdasarkan tindakan karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran, hingga September Barantin telah menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian keamanan pangan dan pakan; mutu pangan dan pakan; serta pemasukan dan pengeluaran agensia hayati, jenis asing invasif, produk rekayasa genetik (PRG), tumbuhan dan satwa liar, tumbuhan dan satwa langka, serta sumber daya genenik (SDG) yang tidak memenuhi persyaratan karantina. Adapun jumlahnya sebanyak 37 Notification Non-Compliance (NNC) atau notifikasi ketidaksesuaian komoditas ekspor ke negara lain.
“Barantin telah menindaklanjuti 37 NNC ekspor komoditas pertanian dan perikanan yang dikeluarkan oleh negara tujuan. Sebagai fasilitator perdagangan, Barantin terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, sehingga dapat terpenuhi persyaratan teknis dari negara tujuan. Semuanya telah ditindaklanjuti, pelaku usaha dapat mengekspor kembali,” kata Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean saat dikonfirmasi Media, Jumat (18/10/24).
Hadir dalam upacara Hari Karantina Kabarantin yang didampingi Plt. Sestama, Deputi Karantina Hewan, Deputi Karantina Ikan dan Kepala Biro Hukum dan Humas Barantin. Indikator capaian kinerja lainnya, Sahat menyebutkan pada jumlah media pembawa atau komoditas melalui tempat pengeluaran yang memenuhi persyaratan karantina sebanyak 83.306 sertifikat dari target sebanyak 60.966 sertifikat atau sebesar 136%. Hal ini sejalan dengan keterlibatan masyarakat yang melaporkan komoditasnya kepada petugas Karantina.
“Persentase realisasi keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan perkarantinaan, capaian saat ini sebesar 85% terhadap target sebesar 75% atau 113%. Semoga keterlibatan masyarakat ini terus meningkat, kolaborasi sangat penting. Termasuk sinergi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan pengawasan perkarantinaan. Rekan-rekan media pun sangat membantu dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat terkait peraturan maupun kebijakan perkarantinaan,” pungkasnya (red).