Industri Hulu Migas Dan Upaya Menjaga Lingkungan,Untuk Pilar Ketahanan Energi Dan Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA,Klikinews.com –  Untuk menjaga pilar ketahanan energi, Industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) dalam hal ini, upaya SKK Migas menjaga lingkungan meliputi program penanaman pohon (one tho trees ),pengurangan emisi karbon melalui strategi seperti CO2 sequestration (CCS/CCUS) dan zero routine flaring, serta pengawasan ketat terhadap operasional Kontraktror Kontrak Kerja (KKKS) dalam mencegah insiden lingkungan di lingkungan hulu migas.

Kepala Kelompok Kerja, Kesehatan, Keselamatan Kerja Lindungan Lingkungan (K3LL) SKK Migas , Ivan Fadlun Azmy, menyampaikan, Industri hulu Migas  mencakup eksplorasi (pencarian) dan eksploitasi (pengambilan) minyak dan gas bumi di darat (onshore) atau di laut (offshore), dengan kegiatan meliputi : Studi geologi, survei seismic, pengeboran,ekstraksi, dan produksi.

“Tujuan utamanya memastikan pemanfaatan sumber daya alam negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,dengan memastikan  kontribusi dan penerimaan maksimal bagi negara agar tetap menjaga ketahanan energi,” ujar Ivan Fadlun Azmy,Senin (29/9/2025).

Klik Inews / Poto dokumentasi : Humas SKK Migas

Lebih lanjut, Ivan memaparkan, upaya menjaga lingkungan oleh SKK Migas tentu saja dalam pengawasan ketat dan pengendalian kegiatan hulu migas untuk menjamin efektivitas, efisiensi, dan kelestarian lingkungan hidup.

“Peran tidak tergantikan  energi  Fosil di SKK Migas, tentunya dibutuhkan banyak sektor yang belum dapat digantikan. Energi Fosil sebagai energy transisi sebagai sumber energy yang mendorong kesiapan energy terbarukan berperan dalam pengurangan dampak GRK melalui Carbon capture. Pengelolaan Lingkungan yang full cycle, dan kinerja pengelolaan lingkungan baik dibanding industry lain,”jelasnya,

Selain itu , Pengurangan emisi karbon juga menerapkan program untuk mengurangi emisi, termasuk CCS/CCUS  Carbon Capture Storage/Utilization di beberapa proyek seperti  : Zero routine flaring: Mengurangi atau meniadakan pembakaran gas secara rutin (flare).

Klik Inews / Poto dokumentasi : Humas SKK Migas

“Melakukan manajemen energi yang lebih efisien seperti adanya solusi berbasis alam dengan melakukan reboisasi dan penanaman pohon, seperti program One Two Trees untuk menjaga  Industri hulu  migas keberlanjutan sebagai pilar ketahanan energi yang aman,” ujarnya

Adapun manajemen risikonya dalam menjaga lingkungan baik di hulu migas yaitu :  menekankan pentingnya keselamatan kerja untuk mencegah insiden yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan parah, seperti yang terjadi pada insiden tumpahan minyak .“Dan pentingnya kepatuhan regulasi, dapat memastikan KKKS beroperasi sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku untuk mencegah kerusakan lingkungan,” tuturnya .

Pengelolaan lingkungan dalam kegiatan usaha hulu Migas mencakup serangkaian upaya untuk meminimalkan dampak negatif pada lingkungan, seperti pemulihan area pasca-operasi (site restoration), pencadangan dana untuk pemulihan, serta pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh regulator seperti SKK Migas. “Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi lahan ke keadaan semula dan menjaga kelestarian lingkungan,”ujar Ivan.

Aspek Pengelolaan Lingkungan Hulu Migas :

Klik Inews / Poto dokumentasi : Humas SKK Migas

Pemulihan dan rehabilitasi lokasi (abandonment and site restoration) :  Kontraktor kerja sama (KKS) wajib mengembalikan wilayah kerja ke kondisi awal sebelum kegiatan eksplorasi dimulai.

Penyediaan dana khusus (abandonment and site restoration/ASR) harus dicadangkan sejak awal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/POD) untuk membiayai pemulihan dan rehabilitasi.

Pengawasan dan pengendalian : SKK Migas bertugas memastikan kontraktor KKS menjalankan proses penutupan dan pemulihan tambang dengan benar.

Kewajiban regulasi : Badan usaha hulu migas wajib mengelola lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan ,Pengelolaan ini harus menyeimbangkan antara peningkatan produksi Migas dengan kelestarian lingkungan hidup untuk pembangunan berkelanjutan hulu Migas,”tutupnya (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *