Kenang Korban Demo, Mahasiswa Ubhara Jaya Gelar Tabur Bunga dan Doa Bersama Di Depan Kantor Walikota Bekasi

KOTA BEKASI,JABAR,Klikinews.com –  Merasa prihatin dengan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi, menggelar aksi damai dan doa bersama di depan Kantor Walikota bekasi Jl. Ahmad Yani Kota Bekasi pada Kamis (4/9/2025).

Presiden Mahasiswa Ubhara Jaya, Rangga Pramudya mengatakan bahwa ia menyebut September Hitam dimana banyak korban pada aksi untuk rasa beberapa waktu lalu. “Ini mengingatkan kita mahasiswa, masyarakat mengenang daripada tragedi- tragedi hak asasi manusia maka daripada itu kami dari keluarga besar mahasiswa universitas Bhayangkara ingin tetap menyikapi atau terus bergerak bersama rakyat untuk mengingat kepada masyarakat,” ujar Rangga kepada media.

Kembali ia menegaskan bahwa mahasiswa bersama masyarakat akan terus menyuarakan aspirasi namun dengan cara yang damai dan menjaga agar tidak masuk provokator yang dapat mencoreng aksi damai.

“Kita selaku mahasiswa juga akan bagaimana mengembalikan previled mahasiswa untuk tetap demonstrasi ini sebagaimana mestinya bukan arogan secara anarkis atau apapun itu,” ungkap dia.

Aksi damai ini juga disampaikan beberapa sikap oleh para mahasiswa dengan santun menyuarakan hak asasi manusia. Ia juga menyikapi tindakan refresif polisi dalam aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saya menyampaikan di mana juga kita mengecam segala bentuk tindakan aparat penegak hukum terhadap rakyat menyampaikan pendapat secara damai menuntut aparat negara pada fungsi sejatinya yaitu melindungi mengayomi dan mengabdi kepada kepentingan rakyat bukan pada kekuasaan,” imbuhnya

Para mahasiswa juga menyerukan kepada petugas kepolisian untuk melakukan segala bentuk praktek kriminalisasi kepada Aktivis, Mahasiswa, Jurnalis maupun Masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah.

Demokrasi, hanya dapat hidup pada kebebasan rakyat. Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, yang diwujudkan melalui partisipasi langsung atau tidak langsung dalam pengambilan keputusan politik, serta memiliki hak yang setara dalam pemerintahan yang bertanggung jawab kepada warganya.

“Kami berdiri di sini bukan untuk melawan negara tapi untuk mengingatkan bahwa negara ini lahir dari perjuangan rakyat maka suara rakyat tidak boleh dibuka oleh kekerasan aparat Selama masih ada penindasan mahasiswa tidak akan diam sama masih ada rakyat dan identitas perjuangan tidak akan pernah berhenti,”pungkasnya.

Selanjutnya, para mahasiswa ini juga akan melakukan sholat gaib untuk para korban dan pasang 1000 lilin untuk mengenang para korban yang akan dilakukan di area kampus Ubhara Jaya.

Sekedar diketahui bahwa korban meninggal pada aksi demo akhir Agustus 2025 lalu mencapai 10 orang. Data ini dihimpun dari berbagai sumber dan LBH di 20 kota, termasuk Jakarta, Depok, Semarang, Cengkareng, Kabupaten Bogor, Yogyakarta, Magelang, Bali, Bandung, Pontianak, Medan, Sorong, Malang, Samarinda, Jambi, Surabaya, dan Malang (red/mam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *