Setia Dengan Kartu Tri 10 Tahun : Wita Jadi Melek Digital, Usaha Bubur Ayam Tegal Tumbuh Pesat Bersama Indosat

KOTA BEKASI,Klikinews.com – Potensi usaha bubur ayam di daerah Pondok Gede,Kota Bekasi  cukup besar.  Karena bubur ayam adalah makanan favorit banyak orang yang cocok untuk sarapan, terutama di daerah pemukiman padat penduduk. Ditambah lagi factor -faktor yang mendukung adalah permintaan yang terus ada, harga yang relatif terjangkau, dan kemudahan variasi menu seperti ‘Bubur  Ayam Tegal’ milik Ibu Wita Khosilawati (40) yang  berlokasi di Jalan Caman, Pondok Gede, Kota Bekasi terus meningkat berkat dukungan dari Internet  kartu 3  selama 10 tahun setia dengan produk Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).  

Ditengah persaingan penjualan Bubur Ayam di area PondokGede Bekasi mulai bermunculan, apa lagi saat ini perkembangan teknologi diera digital serba cepat, konektifitas digital menjadi bagian denyut nadi para pelaku UMKM yang sangat mendukung kelanjaran usahanya. Mulai dari para pekerja, ojok online (Ojol),hingga UMKM yang sudah memakai serba Aplikasi yang menerima pesanan setiap harinya terus meningkat melalui Whatssapp.

“Sampai saya jadi melek digital, penting banget berpromosi melalui era digital  Whatsapp dan di media sosial, ini semua berkat koneksi  internet kartu Tri  yang saya pakai selama 10 tahun sampai saat ini, internetan lebih puas , selalu lancar , sangat mendukung  meningkatkan penjulan, dan memberdayakan UMKM  Bubur Ayam Tegal,” ungkap Wita saat di wawancarai media klikinews.com, Senin ( 17/11/2025).

Wita sadar, penjual  Bubur Ayam Tegal’nya selama ini tumbuh pada jaringan Indosat untuk menjaga komunikasi dan layanan terbaik kepada para pelanggannya yang terus meningkat. Bahkan,Wita mendapatkan pesanan 200-300 porsi bubur ayam melalui Whatssap dari instansi untuk sarapan pagi.  Di sanalah Wita memulai hari-harinya bersama sang suami  bernama Khayat Mansur.

Hingga bergantian Shif jualan bubur ayam pagi  hari  mulai jam 06 :00 – jam 09 :00 wib, ia  bersama suami, dan dibantu sang adik. Permintaan bubur ayam tegal ini semangat banyak dari pelanggan karena pagi sudah habis, jadi sudah satu minggu ini jualan bubur ayam buka lagi dari jam 16 : 00  sampai jam  22:00 wib setiap harinya.  Bagi banyak orang lain, aroma Bubur Ayam Tegal  adalah penanda pagi  Wita dan suaminya, gerobak ini adalah tempat mereka mencari rezeki  menghidupi dua anaknya yang masih kecil.

“Perjalanan saya membangun usaha Bubur Ayam Tegal ini tidaklah mudah, mbak. Sebelum menetap pada usaha bubur, saya dan suaminya sempat menjajal berbagai jenis usaha, mulai dari  menjual donat, mendoan, hingga bengkel kecil. Semua pernah naik turun. Namun, bubur ayam Tegal yang bertahan dan menjadi andalan nafkah keluarga. Sejak tahun 2019,saya menempati lokasi yang sekarang menjadi pusat usaha jualan bubur ayam tegal,”ungkap Wita lagi,

Setiap hariannya ,Wita bangun pagi lebih awal sebelum azan subuh berkumandang untuk menyiapkan bumbu, merebus ayam, mengolah kuah kari santan khas Tegal, memotong cakwe, ayam goreng, Rutinitas ini ia jalani konsisten selama bertahun-tahun. Hinggan saat ini, bubur ayamnya terus mengalir pesanan dengan harga yang sangat terjangkau  Rp 10.000/porsi ditambah lagi ati empala,telur sate, usus seharga Rp 3000/tusuknya. Saat banyak pesanan, bisa  menghabiskan hingga 4- 5 liter beras untuk membuat  bubur dalam sehari, setara 18–22 porsi. Pada akhir pekan atau hari libur, jumlah itu bisa meningkat.

Klik inews / poto : Pelanggan setia terlihat menikmati Bubur AYam Tegal yang setiap hari dikunjungi.

Saat tim media klik inews mencoba makan Bubur ayam Tegal  ibu Wita ini punya keunikan tersendiri. Kerupuknya memakai jenis khusus  dengan ciri khas bubur Ayam Tegal pada umumnya, berbeda dengan bubuy ayam yang dijual orang lain.  Kuah karinya menggunakan santan gurih khas Tegal. Dan satu tambahan yang ia buat berbeda adalah topping cakwe.

“Meskipun usaha saya rumahan, alhamdulilah jangkauan pelanggan saya cukup luas dan sudah banyak pelanggan. Intinya, saya terus menjalin silaturahmi dengan temen-teman pengajian, orangtua murid anak di sekolah, dan terus terkonektivitas digital dengan 3  yang saya pakai setiap hari. Apalagi saat ini sudah ada Internet produk baru  HiFi Air dari Indosat, kedepan renacana akan menggunakan HiFi Air untuk di warung Bubur Ayam tegal agar semakin ramai,” jelasnya

Wita juga beberapa kali mendapat pesanan besar, terutama dari Masjid Darussalam Persada yang rutin memesan bubur subuh untuk jamaah. Kadang 300 porsi, kadang 305 porsi. Kalau masjid atau kantor pesan, biasanya mereka sudah simpan no kontaknya.

“Saat ini peran konektivitas digital  sangat penting. Saya  hanya mengandalkan ponsel sederhana dan kartu Tri yang sudah ia gunakan lebih dari  10 tahun untuk kebutuhan usaha di kota, kartu 3  tetap menjadi andalan,” ucapnya

Konektivitas itulah yang mempertemukan Wita dengan lebih banyak pelanggan—bahkan tanpa ia memiliki akun Instagram khusus.  Wita tidak menuntut banyak. Ia hanya ingin usahanya terus maju sedikit demi sedikit. Jika ada kesempatan pelatihan digital atau dukungan usaha, ia ingin memanfaatkannya untuk menambah modal atau memperbaiki gerobak.

“Harapan saya saat ini, saya ingin memiliki pegawai, karena pesanan semakin banyak berkat dukukan internet 3 dari Indosat. Dan ingin ada pelatihan untuk wira usaha dalam mengembangkan usaha melalui Digital Marketing.  Konektivitas internet sangat penting sekali banyak terhubung dengan pelanggan lama maupun pelanggan baru,” tutup Wita (red/ai).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *