KOTA BEKASI,JABAR,KlikInews.com – Dampak Peluncuran Bus Trans Bekasi Keren,ratusan angkot dari berbagai trayek yang melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Bekasi yang menimbulkan kemacetan di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026).
Kemacetan ini diakibatkan oleh ratusan angkot sebagi bentuk rasa kekecewaan kepada Walikota Bekasi, Tri Adhianto saat peluncuruan Bus Trans Beken oleh Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot) menjadi pemicu aksi mogok yang dilakukan oleh ratusan sopir angkot tersebut.
Wakil Ketua Organda Kota Bekasi, RM. Poerwadi menjelaskan bahwa, bahwa peluncuran Bus Trans Beken oleh Pemkot Bekasi tanpa sosialisasi sebelumnya kepada para sopir angkot , “Dishub itu belum pernah sama sekali melakukan sosialisasi ke bawah ke jalur yang kena, itu ada lima jalur yang kena, sehingga mereka protes dan sangat kecewa kepada pihak Pemerintah Kota Bekasi ” kata Purwadi kepada media, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut kata, Purwadi menambahkan, bahwa jalur yang terkena dampak yang dilintasi Bus Trans Beken Terminal Bekasi – Harapan Indah. Sosialisasi yang tidak pernah dilakukan oleh Dishub Kota Bekasi juga menunjukkan arogansi kekuasaan Pemerintah Kota Bekasi
“Artinya begini, koordinasilah terus, jangan dishub merasa berkuasa menentukan sendiri, sama-sama kita, itu ada empat puluh tujuh titik loh yang dilintasi, lalu tidak bayar lagi, ini kalau gratis ya teman-teman angkot tidak kebagian penumpang,” ungkap dia.
Beberapa trayek angkot yang ikut melakukan protes dengan memblokir jalan Ahmad Yani yaitu angkot 02 Jurusan Pondokgede -Terminal Bekasi, 07 jurusan Seroja, Angkota 10, angkot 05A, angkot 11, angkot 30 dan angkot 25.
“Yang melakukan protes hampir semua, tapi yang bersinggungan ada lima, tapi semua turun,” katanya.
Sempat melakukan mediasi di Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang diterima Sekretaris Dinas, namun tidak ada titik temu. Perwakilan Organda kemudian melakukan mediasi dengan DPRD Kota Bekasi.
Para sopir angkot meminta Pemkot Bekasi mengavaluasi jam operasional Bus Trans Beken yaitu dari pukul 06;00 wib hingga pukul 17:00 wib saja. Lalu sedapat mungkin trans Beken itu berbayar sehingga tidak mengurangi pendapatan sopir angkot (nug/mam).
Jurnalis : Slamet
Editor : Nugraha