Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Dan Direktur Politehnik Bhakti Kartini : Dorong Implementasikan PERDA No.5 Perlindungan Perempuan

KOTA BEKASI,JABAR,Klikinews.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, yang membidangi Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak dengan semangat, langkah konkret yang bisa langsung dieksekusi adalah  penganggaran berbasis gender, pastikan APBD 2026 mengalokasikan dana khusus untuk pelatihan UMKM perempuan, beasiswa Pendidikan anak perempuan rentan, dan shelter korban KDRT.

Perda dan Pengawasan, mendorong implementasi Peraturan daerah (PERDA) Kota Bekasi No. 5 Tahun 2021 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Awasi Dinas PPPA agar program Puspaga serta UPTD PPA berjalan efektif sampai tingkat kelurahan.

Klik Inews poto / Aisyahra : Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati,

“Peran strategis ini bertujuan, agar perempuan memiliki Pendidikan dan tetap berdaya, anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045, menurutnya, peran strategis DPRD ada di 3 fungsi yaitu : legislasi, anggaran, pengawasan.

* Legislasi : Inisiasi Perda Kota Layak Anak & Perda Kewirausahaan Perempuan, termasuk kuota 30% perempuan dalam program padat karya dan pengadaan barang/jasa Pemkot.

* Anggaran : Kawal agar 5% APBD dialokasikan untuk urusan wajib PPA. Fokus ke PAUD HI, pencegahan stunting, dan digitalisasi skill ibu rumah tangga.

*Pengawasan : Bentuk Pansus Perlindungan Anak untuk evaluasi sekolah ramah anak, pencegahan bullying, dan bebas pekerja anak di sektor informal Kota Bekasi.

“Targetnya, tahun 2045, perempuan Bekasi jadi penopang 50% ekonomi keluarga dan angka stunting di bawah 5%,” jelasnya,

Di era digital, perempuan sebagai agen perubahan bangsa, Tanti mengungkapkan,setuju 100%. Karena Era digital saat ini justru membuka “pintu Kartini baru”. Dengan alasan, 64% UMKM Indonesia dikelola perempuan, dan digitalisasi membuat mereka bisa jualan tanpa batas geografis sambil tetap mengasuh anak.

“Perempuan juga paling aktif di komunitas digital RT/RW, sekolah, dan posyandu. Artinya mereka adalah simpul perubahan tercepat. Tugas DPRD, memasastikan literasi digital, akses internet murah, dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender online masuk dalam program dinas,”tuturnya,

Dengan semangat, kata Perempuan politisi dari Partai PSI ini, apa yang dibutuhkan perempuan di Kota Bekasi ini agar tetap produktif dan anak sehat, pintar, terdidik, terlindungi menuju 2045. “Semangat ini adalah keberanian belajar dan mendobrak batas. Yang dibutuhkan seperti ekosistem pendukung Daycare di kantor dan pasar, jam kerja fleksibel, Cuti Ayah agar beban ganda berkurang. Saelain itu,akses pengetahuan, Pusat belajar komunitas di tiap kelurahan untuk skill digital, parenting, dan keuangan. Kartini dulu berjuang lewat surat, sekarang lewat akses ilmu digital,”ungkapnya lagi,

Direktur Politekhnik Bhakti Kartini : Dorong Perempuan Untuk Maju Dibidang Pendidikan, Cetak SDM Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045

Klik Inews poto / Aisyahra : Direktur Politeknik Bhakti Kartini Bekasi, Yusnita Yusfika.

Direktur Politeknik Bhakti Kartini Bekasi, Yusnita Yusfika dengan semangat mendukung anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi untuk mendorong Implementasikan PERDA Kota Bekasi No.5 tahun 2021 tentang   perlindungan  Perempuan dan anak. Dan mendorong perempuan  di Kota Bekasi untuk maju dan berani mengambil peran dibidang Pendidikan perguruan tinggi.

“Menjadi agen perubahan juga bukan sebatas mengenai akses tapi juga kesiapan. Karena itu pentingnya bagi perempuan untuk memiliki literasi digital yang baik, mampu menyaring informasi serta menggunakan teknologi secara bijak dan produktif,” Ujar Yusnita Yusfika saat dikonfirmasi media klikinews.com, Rabu (13/5/2026)

Diakui Yusnita,perannya sebagai Pemimpin di Perguruan tinggi bidang kesehatan Politeknik Bhakti Kartini Kota Bekasi sebagai Pendidik, tentunya dapat melibatkan masyarakat,khususnya kaum perempuan yang dapat berkarya melalui UMKM seperti yang di jelaskan Anggota Komisi  IV DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, peran Perempuan sesuai keahlian masing- masing dan membantu mempromosikan karya mereka ditingkat Kota Bekasi,”paparnya,

Klik Inews Poto / Aisyahra : Direktur Politeknik Bhakti Kartini Bekasi, Yusnita Yusfika & Wakil Direktur / Kemahasiswaan ,Wawan Hermawansyah

Menurutnya, peran strategis bagi perempuan di era digital  saat ini sebagai penguat ketahanan keluarga, Peran perempuan sudah jelas menjadi strategis dalam menjaga keseimbangan, ketahanan, dan keberlangsungan kehidupan keluarga berfokus pada dimensi ekonomi dan social.  “Saya sangat setuju, bahwa perempuan di dunia Pendidikan saat ini sebagai agen perubahan, tetapi tetap pada keterbatasan khodrat sebagai Perempuan,”ungkapnya,

Selain itu, sangat pentingnya adanya dukungan yang kuat dari pihak internal yaitu dari keluarga  dan pihak eksternal yang terkait, “bukan saja hal materi tetapi dapat saling menjaga psikologis seorang perempuan sebagai pelindung dan pendidik generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya,

Lebih lanjut kata Yusnita, faktanya, saat ini masih adanya ketimpangan gender/bias budaya serta keadilan kerja di sektor industri dan rendahnya representasi di posisi strategis. Hal ini dicapai melalui peningkatan pendidikan, partisipasi aktif dalam sektor ekonomi/kewirausahaan, serta menjadi pendidik utama generasi muda yang kreatif dan berdaya saing di era modern. “Serta diberi kesempatan dalam Pemberdayaan di Sektor Publik dan Pengambilan Keputusan berperan  aktif dalam pemerintahan dan manajemen tingkat desa atau organisasi,” paparnya (adv/hms/dprdkotabksi-26).

 

 

 

Oleh : Tim Redaksi

Editor : Aisyahra Mulyawati

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *